Apakah Prabowo Masih Laku Jadi Capres 2024?

Baca Juga

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Prabowo Subianto menyatakan siap kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Namun, sejumlah pakar menilai Prabowo tak akan laku jika ‘nyapres’ untuk ketiga kalinya.

Keinginan untuk maju kembali dalam kontestasi pilpres disampaikan Prabowo dalam siniar (podcast) milik Deddy Corbuzier. Deddy bertanya apa Prabowo masih bersedia maju pada 2024.

Prabowo berkata mencalonkan diri dalam pilpres adalah persoalan pengabdian. Ia tak menutup kemungkinan untuk kembali bertarung merebut kursi Istana.

“Loh, kalau untuk mengabdi dan diberi kesempatan, diberi kepercayaan, kenapa tidak?” kata Prabowo dalam siniar di kanal Youtube Deddy Corbuzier, Minggu (13/6).

Prabowo mulai masuk arena pilpres pada 2009. Kala itu, ia mencalonkan diri sebagai wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri. Mega-Prabowo harus mengakui keunggulan petahana Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berpasangan dengan Budiono.

Pada 2014, Prabowo mencalonkan diri sebagai presiden. Ia menggandeng Hatta Rajasa. Namun, Prabowo kalah dari Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu menggandeng Jusuf Kalla.

Ketua umum Partai Gerindra itu kembali maju di 2019. Ia menggandeng tokoh muda Sandiaga Uno. Prabowo kembali menantang Jokowi. Mantan Danjen Kopassus itu tersungkur lagi.

Prabowo digadang-gadang menjadi kandidat paling potensial untuk 2024. Namanya selalu bercokol di pucuk bursa capres, mengalahkan Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Ridwan Kamil.

Baca Juga :   Gerindra Sepakat Usung Prabowo jadi Capres 2024, Belum Bahas Siapa Cawapresnya

Dalam survei Parameter Poltiik Indonesia pada Mei 2021, Prabowo menempati urutan pertama daftar capres 2024. Ia memiliki tingkat keterpilihan atau elektabilitas 18,3 persen.

Nama Prabowo juga menduduki posisi teratas kandidat presiden dalam survei Arus Survei Indonesia pada Juni 2021. Prabowo memiliki elektabilitas 12,5 persen dalam survei itu.

Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Jati mengatakan Prabowo belum tentu laku di 2024 meski punya elektabilitas tinggi dalam sejumlah survei. Ia menilai daya tawar Prabowo akan berkurang.

Baca Juga :   Gerindra Sepakat Usung Prabowo jadi Capres 2024, Belum Bahas Siapa Cawapresnya

Wasisto berkata Prabowo selalu menawarkan narasi soal ketahanan nasional dan kedaulatan negara sejak ikut pilpres 2009. Narasi itu terbukti tak mampu memenangkan Prabowo. Selain itu, era pun telah berubah.

“Kalau beliau maju lagi dengan narasi yang sama, kecil kemungkinan bisa dapat perhatian. Di 2024, narasinya empiris, tidak abstrak seperti kedaulatan negara dan sebagainya,” kata Wasisto dilansir dari CNNIndonesia.com, Senin (14/6).

Wasisto menyampaikan angka-angka dalam survei tak jadi jaminan bagi Prabowo. Menurutnya, elektabilitas kandidat pada survei prapilpres akan naik turun dan belum menggambarkan kans di pemilihan.

Terlebih lagi, kata Wasisto, Prabowo punya tantangan besar dalam mengemban jabatan di pemerintahan. Menurutnya, besar kemungkinan banyak isu yang menerpa Prabowo jelang 2024.

Salah satunya, isu rencana utang Rp1,7 kuadriliun untuk pembelian alutsista. Wasisto menilai isu-isu miring serupa akan terus mendera Prabowo menjelang kontestasi politik lima tahunan.

“Ada semacam dosa-dosa politik yang dikemukakan ke publik. Yang harusnya sifatnya rahasia, tapi disebarluaskan,” ujarnya.

terpisah, pengamat politik Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin berpendapat senada. Menurutnya, Prabowo belum tentu laku keras di 2024 meski selalu juara satu survei capres.

Baca Juga :   Belum Punya Capres 2024, NasDem Buka Konvensi, Mustopa: Kalau Ada Tokoh Dari Timur Diberi Kesempatan

Ujang berkata kemungkinan besar elektabilitas Prabowo dipengaruhi memori publik. Keikutsertaan Prabowo di tiga pilpres terakhir membuat Prabowo lebih dikenal dibanding calon-calon presiden lain.

“Lagi pula, walaupun Prabowo paling tinggi, itu kan tidak lebih dari 20 persen,” kata Ujang saat dihubungi, Senin (14/6/2021).

Ujang berkata kans Prabowo sangat bergantung pada kelihaiannya mengelola jabatan menteri pertahanan. Ia berpendapat Prabowo akan punya kans besar jika berhasil menarik simpati publik lewat kinerja apik.

Selain itu, Prabowo juga harus otak-atik strategi jika maju di Pilpres 2024. Ujang berkata kesuksesan Prabowo akan ditentukan calon wakil presiden yang mendampinginya.

Baca Juga :   Belum Punya Capres 2024, NasDem Buka Konvensi, Mustopa: Kalau Ada Tokoh Dari Timur Diberi Kesempatan

“Apa yang digandeng generasi muda atau tidak? Itu penting. Apa memiliki elektabilitas tinggi atau tidak? Itu juga penting. Kita tahu 2024 era pemilih muda, hampir 60 persen pemilih milenial,” ujarnya.

Dalam beberapa hari ke belakang, wacana menduetkan Prabowo dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri muncul ke permukaan. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman mengatakan opsi menduetkan Prabowo dengan Megawati masih terbuka. Ia menyatakan, Gerindra akan mempertimbangkan usulan yang disampaikan masyarakat.

“Saya pikir semua opsi masih terbuka, usulan dari masyarakat kita tampung, kita pikirkan,” kata Habiburokhman kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (7/6).(CNN)

Apakah Prabowo Masih Laku Jadi Capres 2024?

Berita Terkini

Anggap Kedes Meyano Langgar Aturan, Fatlolon : Tersangka Korupsi Malah Dipertahankan

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Pelajar asal Desa Meyano Das, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alfin Fatlolon, angkat bicara terkait proses...

Berita Terkait