AJI Padang Kecam Kapolres Pasaman yang Lecehkan Profesi Jurnalis

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID– Jurnalis www.covesia.com Heri Sumarno mendapat perlakuan tak menyenangkan dari Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Andriansyah. Heri Sumarno dikata-katai dengan sebutan “bangsat” saat mengkonfirmasi berita via telepon.

Dalam laporan dan bukti rekaman yang disampaikannya kepada Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang, Heri bertutur, kejadian tersebut bermula saat ia berniat mengkonfirmasi berita penangkapan dua eskavator oleh Tim Opsnal Polres Pasaman, pada Senin kemarin (7/6/2021).

Untuk mengkonfirmasi dan memverifikasi fakta tentang operasi tersebut, ia menghubungi Kapolres tersebut pada Selasa (8/62021), sekira pukul 14.59, melalui WhatsApp. Pesan pendek yang dilayangkan Heri tidak mendapatkan jawaban yang diharapkan.

Malam harinya, tepat pukul 21.57 WIB, Heri kembali berupaya melengkapi atau menyeimbangkan liputannya soal penangkapan alat berat, dengan menelepon langsung Kapolresnya.

Hal ini dimaksudkan supaya komunikasi diharapkan lebih lancar dan Heri pun bisa merampungkan naskah beritanya, untuk kemudian dikirim ke editor.

Namun polisi berpangkat AKBP itu menyampaikan kata-kata yang tidak pantas pada Heri dalam sambungan telepon itu. “Bangsat. Mau apa kau?” katanya. Padahal Heri juga sudah menyebutkan identitas beserta berprofesinya sebagai seorang wartawan. Selengkapnya ada dalam rekaman.

Baca Juga :   Dinilai Arogan, LBH Pers Kecam Anggota DPRD Maluku yang Paksa Jurnalis Hapus Hasil Liputan

Tanpa menjawab hal yang ditanyakan, Kapolres mempersoalkan tentang soal judi yang sebelumnya dikonfirmasikan Heri.

“Memang sebelumnya pada 30 Maret 2021 kemarin, saya sempat mengkonfirmasi lewat WhatsApp terkait adanya permainan judi online di Kabupaten Pasaman,” kata Heri.

Namun konfirmasi yang berlangsung lewat WhatsApp itu hanya dijawab formal saja sama Kapolres Pasaman. Bahkan tidak mendapatkan informasi lebih tentang judi online itu dari Kapolres Pasaman.

“Akan tetapi saya tidak melanjutkan wawancara via telepone melihat respon dingin saja dari Kapolres tersebut. Dalam fikiran saya biarlah,” Heri menjelaskan.

Baca Juga :   IndonesiaLeaks Mendesak Aparat Lindungi Jurnalis

Menyikapi kejadian ini, AJI Padang menyampaikan sikap:

  1. Mengecam ucapan tidak sopan Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Andriansyah pada Heri Sumarno pada saat ia melakukan tugas-tigas sebagai jurnalis sesuai Kode Etik Jurnalistik (KEJ). KEJ mengatur, dalam melaksanakan tugasnya, wartawan mengharuskan untuk memverifikasi fakta dan mengkonfirmasi informasi kepada pihak yang berwenang atau relevan.
  1. Menyesalkan sikap Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Andriansyah dengan ucapannya tersebut terkesan melecehkan dan merendahkan profesi jurnalis. Padahal dalam bekerja jurnalis atau wartawan dilindungi oleh UU Pers Nomor 40 Tahun 1999;
  1. Meminta Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat menegur Kapolres Pasaman AKBP Dedi Nur Andriansyah, sekaligus melakukan sidang etik, agar kejadian serupa tidak terulang;
  1. Meminta semua elemen menghormati kerja-kerja jurnalistik yang dilindungi amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999. Siapa pun dapat menggunakan mekanisme yang diatur oleh Undang-Undang Pers dalam penyelesaian sengketa pers. (DBA)

Berita Terkini

2 Bocah di Ambon Tersert Banjir di Sungai, Satu Korban Hilang

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua bocah di kawasan Ahuru, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon terseret banjir di sungai saat hujan lebat mengguyur...

Berita Terkait