7.227 Warga Tehoru Masih Mengungsi di Hutan, BPBD Salurkan Tenda Darurat

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Ribuan warga Kecamatan Tehoru mengungsi ke lokasi ketinggian setelah gempa berkekuatan 6,1 magnitudo mengguncang wilayah tersebut, Rabu (16/6/2021).

Mereka memilih mengungsi ke hutan dan lokasi perbukitan karena gempa susulan masih terus terjadi di wilayah itu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Tengah mencatat ribuan warga Tehoru dan sekitarnya masih terus bertahan di sejumlah lokasi pengungsian di wilayah tersebut, hingga Kamis (17/6/2021).

“Sampai hari ini ada 7.227 jiwa warga yang masih mengungsi,” kata Kepala BPBD Abdul Latif Key kepada kampiun.co.id saat dikonfirmasi dari Ambon, Kamis pagi.

Latif mengaku banyak warga yang memilih mengungsi ke lokasi ketinggian dan hutan itu lantaran rumah-rumah mereka mengalami kerusakan. Selain itu banyak warga juga yang mengungsi karena rumah mereka di pesisir pantai.

“Umumnya rumah-rumah mereka rusak dan sebagian karena rumahnya di sekitar pantai,” katanya.

BPBD sendiri kata dia mulai menyalurkan bantuan kepada warga yang hingga saat ini masih mengungsi di lokasi pengungsian. Adapapun bantuan yang disalurkan berupa tenda darurat, terpal, tikar dan juga selimut.

Baca Juga :   Pengungsi di Desa Haya Keluhkan Sakit Diare, Batuk dan Gatal-gatal

“Bantuan yang sifatnya mendesak seperti tenda, terpal dan juga selimut sudah kita salurkan saat ini,” katanya.

Hamsal Kinlihu salah seorang warga Dusun Mahu, Desa Tehoru yang dihubungi secara terpisah mengaku ia dan keluarganya memilih mengungsi ke lokasi aman karena rumahnya mengalami kerusakan parah dan tak bisa ditempati saat ini.

“Rumah saya rusak parah, di dusun kami ada 20 rumah yang rusak dan kondisinya parah jadi kami terpaksa mengungsi dan tidur di gunung,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Kabupaten Maluku Tengah pada pukul Pukul 13.43 WIT.

Gempa tersebut ikut menyebabkan terjadinya tsunami setinggi 0,5 meter di wilayah tersebut. Gempa juga menyebabkan rumah-rumah warga di Kecamatan Tehoru mengalami kerusakan.

Baca Juga :   Gempa 5,0 Magnitudo Guncang Kepulauan Banda, Maluku Tengah

Selain itu sebuah masjid dan sebuah gereja di Desa Saunalu juga mengalami kerusakan ringan. Termasuk sebuah sekolah di Tehoru.

Gempa juga menyebabkan terjadi patahan di sepanjang pantai dusun Mahu, Desa Tehoru dan merusak talud penahan gelombang sepanjang 300 meter di desa tersebut.

Pascagempa, ribuan warga di wilayah itu termasuk sejumlah warga di Masohi, ibu kota Maluku tengah juga memilih mengungsi ke tempat ketinggian. (KPL).

Berita Terkini

Pesan Mengharukan Briptu Elizer ke Istri Sebelum Ditemukan Tewas Gantung Diri

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Seorang Anggota Satlantas Polres Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku Briptu EB (28) alias Elizer ditemukan tewas diduga bunuh...

Berita Terkait