4 Warga Penjual Senjata Api ke Teroris KKB Divonis hingga 12 Tahun Penjara

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Empat warga yang terlibat dalam bisnis penjualan senjata dan amunisi ke teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua menjalani sidang putusan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (3/6/2021).

Dalam sidang yang berlangsung secara virtual itu, majelis hakim yang diketuai Pasti Tarigan memvonis para terdakwa dengan hukuman 7 tahun hingga 12 tahun penjara.

Para terdakwa yang divonis selama tujuh tahun penjara yakni Ridwan Mohsen Tahalua (44), Handri Morsalim (43) dan Andi Tanan (50).

Sedangkan terdakwa Sahrul Nurdin (39) divonis selama 12 tahun penjara.
Dalam sidang tersebut, majalis hakim juga memvonis bersalah dua anggota polisi yakni San Herman Palijama alias Sandro (34), dan Muhammad Romi Arwanpitu alias Romi (38) selama tujuh tahun penjara.

“Memvonis keenam terdakwa sebagaimana dalam amar putusan, serta memerintahkan agar para terdakwa tetap ditahan,” ucap majelis hakim saat membacakan amar putusan.

Hakim menyebut para terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama menerima, menyerahkan, membawa, menguasai, menyimpan, menyembunyikan, mempergunakan senjata api dan amunisi tanpa hak.

Baca Juga :   6 Tersangka Penjual Amunisi dan Senjata Api ke KKB Segera Diserahkan ke Jaksa

Perbuatan para terdakwa itu menyalahi ketentuan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Pasal 338 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Untuk diketahui, kasus penjualan senjata api ke kelompk teroris KKB di Papua terbongkar setelah warga berinisial J ditangkap oleh aparat Polres Teluk Bentuni, Papua Barat, Rabu (10/2/2021).

Dari hasil pemeriksaa, J mengaku senjata yang dibelinya didapat dari Ambon. Atas perintah Kapolda Maluku, Irjen Pol Refdi Andri, Polda Maluku langsung berkoordinasi dengan Polres Teluk Bentuni untuk menyelidiki kasus itu.

Setelah penyeludikan dilakukan, polisi kemudian menangkap keenam terdakwa lainnya dua dinataranya merupakan oknum anggota Polri yang bertugas di Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

Baca Juga :   6 Tersangka Penjual Senjata ke KKB Segera Diadili, 2 Anggota Polisi

Selain dua anggota Polri dan empat warga lainnya, seorang oknum Anggota TNI dari kesatuan 733 Kabaressy juga ikut terlibat dalam kasus tersebut dan saat ini masih diproses di Danpom XVI Pattimura. (KPL)

Berita Terkini

Pratu BK yang Pukul KO 2 Polisi di Pos Mutiara Itu Petinju?, Ini Penjelasan Kodam

Oknum TNI yang Berkelahi dengan Polisi Dibilang Petinju, Begini Penjelasan Kodam Pattimiura AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sejumlah foto dan video Pratu BK, oknum TNI...

Berita Terkait