2 Pegawai Apotik dan Oknum Satpol PP di Namlea Terlibat Sindikat Pemalsuan Rapid Antigen

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Aparat Polresta Pulau Buru, Maluku berhasil membongkar sindikat pemalsuan surat keterangan hasil rapid antigen di wilayah tersebut.

Dalam kasus itu, polisi berhasil menangkap seorang oknum Satpol PP berinisial SS dan dua karywan Apotik Marini Farma IS dan  SM.

Ketiga pelaku ini ditangkap di sejumlah lokasi berbeda di Namlea, ibu kota Kabupaten Buru, oleh tim Marsegu Polres Pulau Buru pada Kamis sore (10/6/2021).

Kepala Sub Bagian Humas Polres Buru, Aipda MYS Djamaludin mengatakan sindikat pemalsuan surat rapid antigen ini berhasil dibongkar setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat.

“Kita mendapat laporan dari masyarakat bahwa selama ini ada praktik terselubung soal surat hasil rapid antigen,” kata Djamaludin kepada Kampiun.co.id saat dihubungi dari Ambon,  Jumat (11/6/2021).

Pengungkapan jaringan pemalsuan rapid antigen ini dilakukan polisi berdasarkan  laporan polisi nomor : LP-A / 63 / VI / 2021 / RESKRIM / RES PULAU BURU / POLDA MALUKU tertanggal 9 Juni 2021 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Sp. Sidik / 26 / VI / 2021 / Reskrim, tanggal 10 Juni 2021.

Baca Juga :   Nafsu Jajah Otak, Seorang Petani di Pulau Buru Nekat Setubuhi Siswi SMA

Atas laporan itu, Tim Marsegu yang  dipimpin Bripka Hasan Lessy langsung menangkap SS di rumahnya di kawasan Kompleks Dervas Kecamatan Namlea  pada Kamis sore.

Dari hasil interogasi, terungkap oknum anggota Satpol PP itu selama ini  bertindak sebagai calo surat hasil antigen palsu kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Setiap surat hasil rapid antigen itu dibayar Rp 300.000, nanti SS ini mendapat fee Rp 50.000 dari satu surat,” katanya.

Ia mengatakan surat rapid antigen yang dikeluarkan itu tanpa mengikuti prosedur yang berlaku seperti pemeriksaan Covid-19 dengan metode SWAB Antigen maupun SARS CoV-2.

Setelah menginterogasi SS, polisi kemudian menangkap IS dan  SM di apotik tempat mereka bekerja. Saat menangkap kedua pegawai apotik ini, polisi ikut menyita sejumlah surat hasilk rapid antigen palsu.

Baca Juga :   Bisnis Gelap Rapid Antigen Palsu, Pelaku Patok Harga Rp 200.000, Kalau Deal OK

“Untuk IS dan SM ini ditangkap di dalam apotik, setelah penangkapan itu ketiganya langsung dibawa ke kantor Polres untuk diperiksa,” ujarnya.

Setelah menjalani pemeriksaan ketiga pelaku langsung ditetapkan sebagai tersnagka dan ditahan di Polres Pulau Buru. (KPL)

2 Pegawai Apotik dan Oknum Satpol PP di Namlea Terlibat Sindikat Pemalsuan Rapid Antigen

Berita Terkini

Konvoi Terus Berlanjut, Satgas Covid-19 Ingatkan Warga Ambon Tahan Diri

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon, meminta seluruh warga Kota Ambon khususnya para mendukung Negara-negara yang berkompetisi di turnamen...

Berita Terkait