2 Hari Pasca-gempa, Ribuan Warga Tehoru Masih Bertahan di Lokasi Pengungsian

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua hari pascagempa 6,1 magnitudo mengguncang kabupaten Maluku Tengah, hingga kini ribuan warga di wilayah itu masih terus mengungsi di sejumlah titik lokasi pengungsian, Jumat (18/6/2021).

Sejumlah warga mengaku mereka masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumahnya rusak, dan sebagian lagi mengaku masih takut karena gempa susulan masih terus terjadi.

“Saya dan keluarga tidak bisa lagi kembali karena rumah kami rusak berat,” kata Hamsal Kinlihu salah satu warga Dusun Mahu, Desa Tehoru kepada Kampiun.co.id, Jumat sore.

Ia mengaku banyak warga di dusun tersebut yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa dan saat ini masih memilih mengungsi di hutan dan lokasi ketinggian.

“Di dusun kami banyak rumah warga yang rusak, ada 20 yang rusak berat dan sisanya rusak ringan dan sedang, jadi kami mengungsi bukan hanya karena takut tapi rumah kami rusak” ujarnya.

Senada dengan Hamsal, Halid Sanahiyo salah satu warga lainnya mengaku saat ini masih ada ribuan warga di Kecamatan Tehoru dan Teluti yang mengungsi di sejumlah titik pengungsian karena rumah mereka rusak dan sebagian lagi masih trauma.

Baca Juga :   Gempa 6,1 Magnitudo Rusak 40 Rumah Warga di Maluku Tengah

“Kita di sini ada ribuan ornag yang masih mengungsi, ada yang mengungsi karena rumahnya rusak da nada yang masih takut karena gempa susulan masih terus terjadi,” ujarnya.

Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ambon, Herlambang Hudha yang dikonfirmasi secara terpisah mengaku dari hasil pemantauan gempa susulan yang terjadi hingga saat ini sudah melandai sehingga warga tidak perlu khawatir.

“Kebutulan kami sudah ke lokasi pengungsian di Haya, Mahu, Tehoru dan kebetulan saat ini kami di Saunolu kami sudah sampaikan ke warga bahwa tidak ada lagi potensi tsunami dan kami juga sudah mengimbau agar mereka segera pulang, tadi juga sudah ketemu dengan bapak raja dan tokoh amsyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :   Gempa 6,1 Magnitudo Rusak 40 Rumah Warga di Maluku Tengah

Ia mengaku banyak warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian karena merasa takut dan trauma. Selain itu banyak warga lain masih meyakini potensi gempa besar masih akan terjadi di wilayah itu.

Setelah gempa besar terjadi maka akan diiukuti dengan gempa susulan. Menurutnya hal itu merupakan kondisi normal, namun sejauh ini berdasarkan pantauan, gempa susulan sudah melandai dan potensi tsunami telah dicabut.

“Memang warga masih trauma dan takut tapi, kami yakinkan bahwa tidaka da lagi potensi tsunami atau gempa besar karena secara teoritis setelah gempa besar ada gempa susulan dan fakta di lapangan gempa susulan sudah melandai,” ungkapnya.

Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah Abdul Latif Key mengakui saat banyak warga yang mengungsi telah kembali ke rumah mereka, namun masih ada ribuan warga yang tetap bertahan di lokasi pengungsian.

Baca Juga :   BPBD Malteng Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Korban Gempa

“Sebagian sudah kembali tapi memang masiha da ribuan warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian,” ujarnya.

Ia mengaku pihaknya terus meyakinkan warga bahwa situasi saat ini sudah normal kembali sehingga warga yang rumahnya tidak mengalami kerusakan agar sebaiknya kembali.

“Memang masih ada gempa susulan tapi getarannya kecil karena itu kami minta warga yang rumahnya tidak rusak bisa segera kembali. Kita juga sudah koordinasi dengan BMKG untuk meyakinkan warga soal itu,” ungkapnya. (KPL)

2 Hari Pasca-gempa, Ribuan Warga Tehoru Masih Bertahan di Lokasi Pengungsian

Berita Terkini

Pertamina Resmikan SPBU Kompak BBM Satu Harga di Kampung Baad Merauke

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebagai upaya untuk memberikan kemudahan akses masyarakat Kampung lokal Papua dalam mendapatkan energi yang berkualitas, PT Pertamina (Persero) dan...

Berita Terkait