Ujung Tobu ” Tehununa ” Tradisi Masyarakat Negeri Luhu Sajikan Makanan di Malam 27 Likur

Baca Juga

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Di bulan Suci Ramadhan, tepatnya di hari 27 Likur, seluruh Masyarkat di Negeri Luhu, Kecamatan Huamual, Seram Bagian Barat (SBB), menggelar Tradisi Ujung Tobu.

Ujung Tobu atau dalam bahasa Luhu di sebut ‘Tehununa’, merupakan tradisi atau budaya masyarakat Negeri Luhu yang selalu di gelar setiap bulan suci Ramadhan tepatnya di hari 27 Likur atau diyakini sebagai malam Lailatul Qadar.

Salah seorang warga Negeri Luhu, N.P mengatakan, Tradisi ujung Tobu merupakan warisan tradisi dari para leluhur Negeri Luhu terdahulu.

“ Ujung Tobu atau Tehununa ini merupakan suatu budaya atau tradisi yang diwariskan sejak kita punya tete dan nene moyang dahulu hingga saat ini terus kita lestarikan,” ujar N.P kepada Kampiun co.id, Via telephon, Minggu (9/5/2021).

Dalam persiapan tradisi Ujung Tobu,Tobu, kata dia masyarakat Negeri Luhu akan mempersiapkan makanan dan minuman serta buah-buahan yang kemudian di gantung dan diletakkan pada rangkai pohon yang telah di persiapkan.

” Jadi di Ujung Tobu itu di gantung kue-kue, minuman, setelah itu ada buah-buahan seperti kelapa, pisang, dan buah-buahan lainnya. Kemudian ada juga hiasan bendera maupun hiasan balon untuk mempercantiknya lagi,” terangnya.

Selain itu, Tradisi Ujung Tobu sendiri, kata Nuraini, perancangannya mulai di persiapkan sejak memasuki puasa ke 23 ataupun 24 sebelum memasuki malam Lailatul Qadar atau hari 27 Likur.

“ Jadi puasa 23 dan 24 itu biasanya rangka-rangkanya sudah berdiri. Rangka-rangkanya itu bisa dari pohon kayu, pohon pinang, bisa juga pohon pisang,” ucapnya

Nuraini juga menjelaskan, makanan yang telah di persiapkan pada ujung tobu dapat diambil oleh keluarga maupun masyarakat sekitar setelah usai melakukan ziarah kubur.

“ Kebanyakan setelah ziarah baru kita bongkar dan saudara-saudara kita datang dan dapat mengambil kue-kue di ujung Tobu. Jadi Itu bisa satu kali pembongkarannya. tapi Ada juga yang habis lebaran baru melakukan pembongkaran pada ujung tobu. Jadi Intinya sistem pembongkarannya itu tergantung dari pihak masing-masing orang saja,” jelasnya. (KCI-2)

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait