Terlibat Skandal Penipuan, Pimpinan Yayasan Anak Bangsa Ditangkap Polisi

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua pimpinan Yayasan Anak Bangsa (YAB) harus berurusan dengan polisi lantaran diduga terlibat dalam sindikat penipuan.

Kedua pimpina YAB, Josefa J. Kelbulan yang menjabat sebagai Ketua yayasan dan sekretarisnya Lambert W. Miru  kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan resmi di tahan di sel tahanan Polda Maluku, Selasa (4/5/2021).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Maluku, Kombes Pol Sih Harno mengungkapkan, Yosefa dan Lambert ditetapkan sebagai tersangka setelah lima warga yang menjadi korban penipuan melaporkan kasus itu ke Polda Maluku pada pada 29 April 2021.

“Keduanya sudah  ditetapkan sebagai tersangka dan resmi di tahan,” kata Sih Harno didampingi Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di kantor Polda Maluku, Kota Ambon, Selasa.

Kedua tersangka, kata Harno, melakukan penipuan dengan cara menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa YAB akan mendapatkan suport dana dari 6 Negara yakni Australia, Singapura, Thailand, Perancis, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Tersanhka lalu mengajak masyarakat yang mau menyetorkan dana kepada yayasan itu akan mendapat bantuan. Untuk mengelabui para korbannya kedua tersangka menggunakan istilah tender untuk mengumpulkan uang dari para korban.

Baca Juga :   Sopir Angkot Wajib Kantongi Sertifikat Vaksin, yang Tak Punya Dilarang Mengemudi untuk Cari Makan

“Pertama, tender relawan. Bagi siapa yang menyetorkan dana Rp 250 ribu, maka akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 15 juta,” kata Harno.

Selanjutnya ada juga tender rumah ibadah. Menurut Harno bagi siapa yang menyetorkan dana Rp 1 juta, maka akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 50 juta dengan rincian, Rp 30 juta untuk disumbangkan kepada rumah ibadah dan Rp 20 juta untuk penymbang.

Lalu ada juga tender relawan 45. Kepada masyarakat yang menyetor Rp 1 juta maka mereka  akan mendapatkan bantuan Rp 45 juta.

Baca Juga :   Temui Kapolda Maluku, Pengurus HMI Diskusi Soal Pengamanan Malam Takbiran

“Terakhir ada yang namanya tender relawan lepas. Jadi siapa yang menyetor Rp 1 juta akan mendapatkan bantuan atau bonus Rp.100 juta,” jelasnya.

Harno mengaku, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang korban yang melaporkan kasus tersebut. Total kerugian yang mereka alami sebesar Rp 535 juta.

Dia menjelaskan, yayasan tersebut telah beroperasi sejak tahun 2012 namun yayasan itu baru memiliki legalitas setelah didaftarkan ke Kemenkumham pada tahun 2020 lalu.

Atas perbuatan kedua tersangka tersebut, penyidik Subdit III Ditreskrimum Polda Maluku yang menangani kasus itu  menjerat kedua tersangka dengan Pasal 378, dan Pasal 372 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (KPL)

Terlibat Skandal Penipuan, Pimpinan Yayasan Anak Bangsa Ditangkap Polisi

Berita Terkini

Ribuan Kendaraan Terjebak Macet di Jalan Jenderal Sudirman

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kemacatan parah terjadi di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon, Rabu malam (12/5/2021).Kemacetan parah yang terjadi di malam takbiran...

Berita Terkait