Terlibat Jual Senjata ke KKB, 2 Polisi di Ambon Dituntut 10 Tahun Penjara

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua anggota Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease San Herman Palijama alias Sandro (34), dan Muhammad Romi Arwanpitu alias Romi (38) dituntut 10 tahun penjara  oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Ambon.

Kedua terdakwa dituntut selama 10 tahun penjara oleh JPU terkait keterlibatannya dalam kasus penjualan senjata api  dan amunisi ke pihak yang berhubungan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)  di Papua.

KKB sendiri telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai kelompok teroris usai insiden penembakan yang menyebabkan gugurnya Kepala BIN Daerah Papua, Brigjen TNI I Gusti Putu Danny di Kabupaten Puncak, Papua beberapa waktu lalu.

Dalam sidang yang berlangsung secara virtual ini dua anggota Polri ini diwakilkan oleh tim kuasa hukumnya Thomas Wattimury cs. Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan ini berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (19/5/2021).

“Meminta kepada majelis hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada terdakwa San Herman Palijama dan terdakwa Muhamad Romi Arwanpitu selama 10 tahun penjara,” kata jaksa penuntut umum Eko Nugroho saat membacakan amar tuntutannya, Rabu.

Baca Juga :   Belanda Menang, Pendukung Konvoi di Ambon, Ada Perempuan Telanjang Badan

Jaksa menilai kedua terdakwa  terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama yakni menerima, menyerahkan, membawa, menguasai, menyimpan, menyembunyikan, mempergunakan  senjata api dan amunisi tanpa hak sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Pasal 338  jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun hal yang memberatkan kedua terdakwa karena perbuatan mereka dinilai telah meresahkan masyarakat. Kedua terdakwa juga merupakan Anggota Polri yang tidak sepantasnya melakukan tindakan yang merongrong Negara.

“Sedanghkan hal yang meringankan para terdakwa mengaku menyesal dan mengakui secara terus terang perbuatannya,” katanya.

Baca Juga :   Ramadhan Pekan Pertama, Kue Cara dan Resoles Laris Manis Diburu Warga

Kasus penjualan senjata api ke KKB di Papua terbongkar setelah warga berinisial J ditangkap oleh aparat Polres Teluk Bentuni, Papua Barat, Rabu (10/2/2021).

Atas perintah Kapolda Maluku, Irjen Pol Refdi Andri, Polda Maluku langsung berkoordinasi dengan Polres Teluk Bentuni untuk menyelidiki kasus itu.

Adapun lokasi transaksi pembelian tiga pucuk senjata api itu terjadi di Kota Ambon. J datang langsung ke Kota Ambon untuk membeli tiga pucuk senjata api tersebut dari kedua terdakwa.

Setelah penyeludikan dilakukan, polisi kemudian menangkap kedua terdakwa yang merupakan anggota Polri tersebut di Kota Ambon.

Dalam kasus penjualan senjata api dan amunisi ke KKB tersebut, sebanyak lebih dari 600 butir peluru dan tiga senjata api ikut dijual ke kelompok yang berhubungan dengan KKB.

Selain dua anggota Polri, salah satu oknum prajurit TNI AD dari kesatuan 733 Masariku juga terlibat dalam kasus tersebut dan saat ini masih menjalani proses di Danpom XVI Pattimura. (KPL)

Baca Juga :   Datang di Ambon, Presiden Jokowi Disambut Demo Mahasiswa
Terlibat Jual Senjata ke KKB, 2 Polisi di Ambon Dituntut 10 Tahun Penjara

Berita Terkini

Pasukan Lapis Kedua Italia Tundukkan Wales di Olimpico Roma

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Italia kembali memetik kemenangan kala bersua Wales di matchday ketiga Euro 2020 yang berlangsung di Stadio Olimpico, Roma, Italia,...

Berita Terkait