Terangi Makam Pakai Damar dan Lilin, Tradisi Masyarakat Hualoy Sambut Malam Lailatul Qadar

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID- Malam 27 Ramadhan diyakini masyarakat Negeri Hualoy, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sebagai malam Lailatul Qadar.

Di malam itu, semua tempat-tempat pemakaman termasuk rumah warga harus disinari dengan damar dan lilin. Tradisi ini dianggap memiliki nilai religius yang tinggi dan telah dilakukan sejak berabad-abad lalu.

Semua warga, mulai anak-anak hingga orang dewasa bondong-bondong datang ke tempat pemakaman umum untuk menyinari makam keluarga mereka yang lebih awal dipanngil Tuhan.

Hajija Lussy (74) menuturkan, masyarakat mempercayai membakar damar dan lilin di pemakaman umum sebagai wujud untuk menyinari kelurga mereka di malam Lailatul Qadar.

“Kami meyakini di malam Lailatul Qadar, seluruh roh-roh dibangkitkan untuk menyaksikan malam sakral itu,” katanya.

Senada Mabrur Hehanussa, warga lain mengaku, tradisi di Hualoy, pada setiap malam 27 Ramadhan, dilakukan pembakaran damar dan lilin di tempat-tempat pemakaman umum.

“Bukan hanya itu, namun seluruh rumah-rumah warga juga disinari dengan damar dan lilin. Jadi bukan saja orang yang hidup, tapi yang sudah meninggal juga bisa menyaksikan malam Lailatul Qadar,” katanya. (DBA)

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait