Seorang Pendemo Diamankan Polisi Dalam Aksi Unjukrasa Tuntut Ganti Rugi di PLN Rayon Masohi

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masayarakat Seram Selatan mengelar aksi unjuk rasa didepan kantor PLN Rayon Masohi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), Senin (3/04/2021).

Unjukrasa warga yang berlangsung sejak pukul 09:00 WIT pagi hingga siang ini sempat diwarnai persitegangan antara masa pendemo dan pihak kepolisian yang berjaga mengawal jalannya aksi.

Meski tidak sampai menimbulkan kericuhan, persitegangan masa aksi dan pihak kepolisian ini menyebabkan seorang peserta aksi terpaksa diamankan aparat kepolisian lantaran diduga melakukan provokasi masa dalam aksi tersebut.

Informasi yang dihimpun Kampiun.co.id di lapangan menyebutkan peserta aksi yang belum diketahui identitasnya itu diseret aparat kepolisian dan diamankan di kantor Polres setempat.

“ Belum tahu namanya siapa, polisi ada amankan dia, sekarang dia lagi dibawa ke kantor polisi,” ujar salah satu peserta aksi, Rival Hatapayo kepada kampiun.co.id Senin (3/04/2021) sore.

Kata dia penyebab terjadi persitegangan antara masa aksi dan pihak kepolisian itu diketahui bermula dari para pengunjuk rasa yang hendak melakukan aksi bakar-bakar ban di depan kantor PLN namun dihalau pihak kepolisian.

Baca Juga :   Anak Buah Tepergok Selingkuh dengan Dokter, Kasat Brimob: Tidak Ada yang Kebal Hukum, Kalau Salah Ditindak

Para pengunjukrasa ini melakukan aksinya itu lantaran kesal pihak PLN hingga siang ini belum juga datang menemui para pendemo. Melihat pendemo hendak melakukan aksi bakar-bakar ban di areal itu pihak kepolisian langsung menghalau aksi pendemo itu dengan mengamankan seorang peserta demo.

Dalam aksinya itu para pengunjukrasa ini menyampaikan sejumlah tuntutan diantaranya, meminta Pihak PLN segera ganti rugi atas barang –barang elektronik milik warga yang rusak disebabkan listrik yang terus padam.

Mereka juga meminta PLN Rayon Masohi segera mengaktifkan kembali PLN Ranting Kecamatan Tehoru paling lambat dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Baca Juga :   Seorang Guru SMK di Ambon Meninggal karena Corona, Sekolah Beri Penghormatan Terakhir

Selain menuntut ganti rugi dan pengaktifan kembali layanan listrik di wilayahnya, para pengunjukrasa ini juga dalam orasinya meminta kepala PLN Rayon Masohi mundur dari jabatannya.

Krisis listrik yang dikeluhkan warga Seram Selatan akibat terjadinya pemadaman yang terus menerus ditenggarai  kurangnya perhatian petugas PLN dalam melakukan pemeliharaan jaringan. Untuk itu para pengunjukrasa ini menyarankan agar Pihak PLN segera mendirikan pos-pos pemeliharaan jaringan disetiap gardu listrik di wilayah itu.

Pengunjukrasa juga menekankan kepada pihak PLN untuk tidak melakukan penagihan iuran listrik selam pelayanan listrik belum normal. Hal ini penting menjadi perhatian untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di masyarakat.

Hingga berita ini dipublish, aksi warga yang tergabung dalam aliansi masyarakat Seram Selatan di kantor PLN Rayon Masohi ini sementara berlangsung dan dalam  pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polres Malteng. (K-B)

Seorang Pendemo Diamankan Polisi Dalam Aksi Unjukrasa Tuntut Ganti Rugi di PLN Rayon Masohi

Berita Terkini

Berita Terkait