Rugikan Banyak Pihak, Polda Maluku Seriusi Kasus Penipuan YAB

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID– Kepolisian Daerah Maluku serius mengungkap dugaan kasus penipuan oleh Ketua Yayasan Anak Bangsa (YAB) Joseba F. Kelbulan dan Sekretarisnya Lambert W. Miru. Keseriusan itu ditunjukan dengan gelar perkara yang dilakukan Polda Maluku, Selasa (11/5/2021).

Kapolda Maluku Irjen Pol Drs Refdi Andri, sendiri sangat memberi atensi atas kasus tersebut. Bahkan dia ikut turun tangan memberikan arahan dalam gelar perkara yang berlangsung di ruang rapat utama Mapolda Maluku.

Kepolisia Daerah menilai, perkara tersebut telah merugikan banyak pihak.

“Semua dokumen agar dicek keasliannya, sehingga dapat diungkap bahwa sumber dananya palsu, surat-surat palsu dan itulah pidananya lebih berat dari penipuan,” pinta Kapolda dalam pesan tertulis diterima Kampiun.ci.od.

Selain itu, Kapolda juga meminta penyidik agar melakukan pengecekan terhadap surat-surat yayasan, sehingga bisa dikembangkan lebih jauh laggi.

“Cek surat asal yayasan ini. Semua nama yang ada dalam surat-surat agar didalami,” pintanya.

Dia meminta penyidik terus menelusuri jangan sampai ada dalang utama dibalik kasus penipuan tersebut.

“Telusuri siapa yang punya ide sesungguhnya, karena keterangan dari Lambert Miru (sekretaris) bahwa pernah ada pertemuan di Jakarta. Jangan sampai ada aktor intelektualnya di Jakarta,” pintanya.

Kapolda juga berharap agar barang bukti yang disita di Desa Liliboy, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Pulau Ambon), yaitu sebanyak 351 kotak, terus dianalisa dan didalami.

Baca Juga :   Sisir Sejumlah Penginapan, Polisi Amankan 7 Pasangan Mesum

Terkait siapa yang memberikan perintah, dan bahkan menyiapkan kardus, amplop maupun lainnya. Sehingga barang bukti tersebut dapat dibuktikan ada hubunganya dengan kasus tersebut.

“Orang-orang yang menyiapkan barang bukti juga harus kita urut dan periksa agar ada penghubung antara tersangka dan barang bukti,” pintanya.

Mantan Kakorlantas Polri itu menekankan, agar kasus ini dapat dianalisa secara tajam, baik terhadap barang bukti, tersangka, motif, dan modusnya. Sebab, dapat berpengaruh pada putusan hakim.

Baca Juga :   Covid-19 dan HUT Bhayangkara ke-75, Polda Maluku Gelar Vaksinasi Massal

“Tim kita harus kuat dan ekstra dalam bekerja karena korbannya cukup banyak sekitar 350 orang. Kabid Humas agar sampaikan ke media sampai ke pelosok-pelosok, yakinkan masyarakat bahwa Yayasan Anak Bangsa ini merupakan penipuan, semua perkembangan kasus ini sampai P21 harus diberitakan,” pintanya.

 

Dia juga minta tim penyidik senantiasa melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap tersangka. Ini dilakukan agar tidak terjadi hambatan dalam proses penanganannya hingga tuntas.

“Periksa Kesehatan tersangka agar tidak ada alasan sakit selama kasus ini berjalan dan libatkan Psikolog dalam pemeriksaan agar dapat dinilai apakah tersangka konsisten dalam memberikan keterangan,” bebernya.

Direktur Krimsus dan Narkoba juga diminta membantu Direktur Reskrimum Polda Maluku dalam menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya.

“Untuk Aset yang diamankan, Direktur Krimum agar berkoordinasi dengan Kapolresta Ambon untuk mengamankannya sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan,” pintanya.

Senada, Wakapolda Maluku Jan de Fretes meminta Kabid Humas agar setiap perkembangan kasus harus disampaikan ke masyarakat.

“Harus disampaikan ke masyarakat sehingga mereka yakin kalau ini kasus penipuan,” pintanya.

Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Maluku Kombes Pol Sih Harno dalam paparannya menyampaikan pada tanggal 7 Mei 2021 di Desa Liliboy, pihaknya melakukan penyitaan dan mengamankan barang bukti.

Baca Juga :   Polda Maluku Sosialisasi Layanan Kredit Perumahan BTN Untuk Anggotanya

Barang bukti yang diamankan berupa 12 karton rokok gudang garam, dan 2 karton aqua berisi 351 kotak. Setiap kotak berisi kertas (seperti bal uang), foto, nama dan tertera jumlah uang.

Barang bukti ini, kata Harno, adalah yang selama ini digunakan oleh tersangka untuk meyakinkan para korban bahwa bantuan yang akan diterima sudah ada.

“Dalam proses penyitaan barang bukti ini disaksiakan oleh Raja dan Tokoh masyarakat Liliboy,” katanya.

Baca Juga :   Polwan Polda Maluku Ziarah ke TMP Kapahaha

Selain itu, pihaknya juga telah menyita barang bukti lain seperti buku tabungan BRI atas nama Josefa Kelbulan, dan 40 Dokumen Yayasan Anak Bangsa.

“Sampai saat ini terdata ada 14 Saksi/korban yang menyerahkan uang secara langsung kepada Josefa sebanyak Rp.3.903.000.000, dan Lamberd Miru sebanyak Rp.758.500.000. Sehingga total uang yang diterima oleh Josefa dan Lambert Miru adalah Rp.4.611.500.000,” ungkapnya.

Harno mengungkapkan, pihaknya terus menelusuri ke mana aliran uang tersebut.

“Aliran uang akan terus kami telusuri dan mungkin akan muncul tersangka-tersangka baru,” katanya.

Dia juga memberi masukan agar Direktorat Reskrimum dapat berbagi tugas dan membuat posko pengaduan. Karena kasus ini memiliki efek yang luar biasa.

“Penyidik harus lakukan Anev/gelar setiap hari agar kegiatan besok dapat dirumuskan dengan tepat,” pintanya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M. Rum Ohoirat, menegaskan, kasus ini mendapat perhatian serius dari Kapolda Maluku. Karena banyak memakan korban.

Olehnya itu, Polda Maluku menghimbau kepada masyarakat yang merasa telah menjadi korban penipuan dari Yayasan Anak Bangsa agar melapor kepada aparat Kepolisian terdekat di wilayah masing-masing.

“Kami minta masyarakat yang jadi korban dapat melaporkan kepada Polsek-polsek atau Polres-polres maupun di Polda Maluku,” katanya.

Baca Juga :   Tersangka Kasus Penipuan YAB Ternyata Pasutri

Sisi lain, juru bicara Polda Maluku ini mengaku, terhadap kasus ini pihaknya juga akan menjerat tersangka dengan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Kita juga akan menjerat tersangka dengan Undang-undang TPPU,” tandasnya. (DBA)

Berita Terkini

Pratu BK yang Pukul KO 2 Polisi di Pos Mutiara Itu Petinju?, Ini Penjelasan Kodam

Oknum TNI yang Berkelahi dengan Polisi Dibilang Petinju, Begini Penjelasan Kodam Pattimiura AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sejumlah foto dan video Pratu BK, oknum TNI...

Berita Terkait