PLN Abaikan Hak Konsumen, Warga: Kami Akan Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID– Perjuangan masyarakat Negeri Tehoru, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah atas hak-hak mereka ke PT. PLN Maluku-Maluku Utara terus dilakukan. Terhitung tiga hari sudah mereka berjibaku di jalanan, baik di Kota Ambon maupun Masohi.

Mereka mengaku, selama hak-hak konsumen dalam hal ini masyarakat Tehoru belum terpenuhi, maka sepanjang itu pun perjuangan akan tetap dikobarkan. Sudah 8 bulan PLN memadamkan listrik tanpa satu kepastian yang jelas.

“Selama kebutuhan listrik masih terkatung-katung, maka sejauh itu kami akan melakukan aksi untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kami akang berjuang sampai titik darah penghabisan,” kata Koordinator Aksi, Muhammad Amin Silawane kepada Kampiun.co.id, Senin (3//5/2021).

Dia mengatakan, sebagai sebuah Perusahaan Listrik Negara, tentunya mempunyai visi yakni diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul dan terpercaya dari masyarakat.

“Visi dan misi ini dilengkapi dengan sebuah moto, listrik untuk kehidupan yang lebih baik. Dengan maksud dan tujuan adalah menyelenggarakan usaha penyediaan tenaga listrik bagi kepentingan umum dalam jumlah dan mutu yang memadai,” jelasnya.

Namun realitasnya, kata dia, PLN Rayon Masohi telah melacuri hak-hak konsumen, yakni masyarakat Seram Selatan, dengan tidak memberikan pelayanan listrik secara maksimal sebagaimana aturan perundang-undangan.

Baca Juga :   8 Bulan Padam, Aliansi Masyarakat Seram Demo PLN

“Olehnya, dengan komitmen perjuanagan yang suci, kami pastikan aksi ini akan terus berlanjut hingga PLN mau merealisasi tuntutan masyarakat Seram Selatan,” tegasnya.

Berikut ini pernyataan sikap mereka, pertama meminta PLN Rayon Masohi mengaktifkan kembali PLN Ranting Kecamatan Tehoru, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Kedua pihak PLN segera ganti rugi barang-barang elektronik masyarakat yang rusak akibat pemadaman listrik yang tidak menentu, ketiga mencopot Kepala PLN Rayon Masohi Maluku Tengah.

Tuntutan lain yakni, PLN segara mendirikan pos-pos pemeliharaan jaringan disetiap gardu listrik, stop penagihan iuran listrik selama pelayanan listrik belum normal. Segera normalkan listrik di wilayah Seram Selatan, dan ketujuh secepatnya melakukan pengadaan mesin baru untuk PLN Ranting Tehoru. (DBA)

Baca Juga :   8 Bulan Padam, Aliansi Masyarakat Seram Demo PLN
PLN Abaikan Hak Konsumen, Warga: Kami Akan Berjuang Sampai Titik Darah Penghabisan

Berita Terkini

Ribuan Kendaraan Terjebak Macet di Jalan Jenderal Sudirman

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kemacatan parah terjadi di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon, Rabu malam (12/5/2021).Kemacetan parah yang terjadi di malam takbiran...

Berita Terkait