Pemkot Naikkan Tarif Parkir, Warga: Kita Lagi Susah Jangan Bikin Tambah Susah

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menaikkan tarif parkir menuai tanggapan beragam warga Kota Ambon.

Sejumlah warga yang dimintai tanggapannya terkait kebijakan itu mengaku keputusan pemkot Ambon menaikkan tarif parkir itu sangat memberatkan warga.

Meski begitu sejumlah warga lain menilai keputusan itu sangat tepat untuk menata sistem perparkiran di Kota Ambon.

Andri Wattimena salah seorang warga yang ditemui di kawasan AY Patty mengaku keputusan pemkot Ambon menaikan tarif parkir dengan sistem jam hanya akan membuat warga harus mengeluarkan uang setiap hari untuk keperluan yang tidak terlalu penting.

“Saya sudah baca aturan itu dan menurut saya ini sesuatu yang konyol karena warga dipaksa untuk setiap hari membayar uang ke pemkot, apalagi yang pakai sistem jam itu sangat memberatkan,” kata Andri kepada Kampiun.co.id, Rabu (19/5/2021).

Kebijakan menaikkan tarif parkir ini berdasarkan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 16 Tahun 2021, tentang Tarif Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum.

Berdasarkan Perwali tersebut, tarif parkir progresif yang diterapkan di zona strategis meliputi kendaraan roda dua, roda tiga, roda empat, roda enam dan kendaraan yang memiliki lebih dari enam roda.

Baca Juga :   Pipa PDAM Bocor Sebabkan Longsor dan Pengikisan Tanah, Pemkot Minta Warga Waspada

Untuk kendaraan roda empat, tariff yang diberlakukan untuk jam pertama sebesar Rp 4.000, kemudian akan naik Rp 2.000 setiap satu jam berikutnya, roda enam Rp 6.000 di jam pertama, kemudian naik Rp 3.000 pada jam berikutnya, dan untuk roda lebih dari enam dikenakan tarif Rp 10.000 di jam pertama, kemudian naik Rp 5.000 untuk jam di jam berikutnya.

Adapun untuk tarif parkir kendaraan roda dua naik dari Rp 2.000 per jam menjadi Rp 3.000 per jam dan roda tiga naik menjadi Rp 4.000 untuk sekali parkir.

Baca Juga :   Naikkan Tarif Parkir Demi Genjot PAD, di 5 Kawasan Strategis Dihitung Per Jam

Pemberlakukan tarif parkir progresif ini dilakukan lima kawasan yang masuk dalam kategori zona strategis yakni di Jalan AY Patty, Jalan Sam Ratulangi, Jalan Said Perintah, Jalan Diponegoro dan Jalan AM Sangadji.

Menurutnya dalam situasi pandemi saat ini pemkot Ambon harusnya dapat mempertimbangkan perekonomian masyarakat yang ikut terpukul akibat mewabahnya virus tersebut.

“Apalagi ini ada muslim corona, kasihan semua orang susah jangan lagi dibikin tambah sisah,” katanya.

Selain di zona strategis, kenaikan tarif parkir juga diberlakukan pemerintah Kota Ambon di sejumlah jalan yang biasanya dijadikan tempat parkir. Tercatat ada 30 titik kawasan parkir yang mengalami kenaikan tarif.

Adapun kenaikan tarif parkir di luar zona strategis meliputi kendaraan roda empat dari Rp 3.000 menjadi Rp 5.000, roda enam Rp 8.000, roda lebih dari enam Rp 10.000 dan untuk roda dua dari Rp 2.000 menjadi Rp 3.000 sekali parkir. Untuk di kawasan non strategis tidak diberlakukan tarif sesuai jam.

Warga lainnya, Ali Kaimudin mengaku kebijakan pemkot Ambon itu snagat tidak populis dan apabila diterapkan akan berpotensi terjadi penyimpangan.

Baca Juga :   Nyaris tak Ada Lagi Buta Huruf di Kota Ambon

“Takutnya belum satu jam mereka (petugas) sudah bilang satu jam dan bayar tambah lagi, lalu pengawasannya nanti bagaimana,” katanya.

Ia mengungkapkan jika alas an pemkot menikkan tarif parkir karena ingin menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) maka ada banyak sektor yang bisa dimaksimalkan dan tidak harus memberatkan masyarakat.

“Masih ada sector pariwisata, jasa dan lain tidak perlu memberatkan amsyarakat dalam situasi sulit seperti ini,” katanya.

Berbeda dengan Andri dan Ali, seorang warga lainnya, Safitri mengaku sangat mendukung kebijakan pemkot Ambon menaikan tarif parkir.

“Sebagai warga kota saya sangat setuju khususnya untuk di zona strategis itu agar lebih tertib lagi perparkirannya,” ujarnya.

Baca Juga :   Ganti 3 Traffic Light yang Rusak, Dishub Ambon Sediakan Dana Rp 200 Juta

Ia mengaku kebijakan pemkot Ambon itu tentu sudah dipertimbangkan dengan matang, sehingga perlu mendapat dukungan semua pihak.

“Kebijakan ini juga kan untuk mendongkrak PAD kita, dan PAD itu ya untuk kita juga untuk membangun faslitas publik dan lain-lain jadi saya kira tidak masalah,”| ujarnya.

Ia membandingkan di kota-kota di Pulau Jawa sistem perparkiran dengan hitungan jam telah diterapkan sejak lama. Bahkan tarif parkir di kota-kota di Pulau Jawa lebih tinggi dari tariff baru yang ditetapkan pemkot Ambon saat ini.

“Coba cek di kota-kota lain, di Ambon ini masih murah, tapi bukan soal itu ini soal ketertiban di AY Patty itu sudah seperti terminal ini harus di tata dan salah satunya kebijakan pemkot ini, itu solusinya,” katanya. (KPL)

Pemkot Naikkan Tarif Parkir, Warga: Kita Lagi Susah Jangan Bikin Tambah Susah

Berita Terkini

Konvoi Terus Berlanjut, Satgas Covid-19 Ingatkan Warga Ambon Tahan Diri

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon, meminta seluruh warga Kota Ambon khususnya para mendukung Negara-negara yang berkompetisi di turnamen...

Berita Terkait