Pasca Larangan Diberlakukan, Pelabuhan Ferry Hunimua Sepi Dari Pemudik

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID– Pelabuhan Penyeberangan Kapal Ferry Hunimua, Kabupaten Maluku Tengah, tampak sepi dari pemudik pasca larangan mudik secara nasional ditetapkan Pemerintah Indonesia.

Pantauan Kampiun.co.id, Sabtu pagi (8/5/2021), Pelabuhan Penyeberangan Ferry Hunimua begitu sepi dari para pemudik. Sebagian besar warga mengaku tidak berani pulang kampung untuk melangsungkan Idul Fitri bersama keluarga.

“Ya mau bagaimana lagi pak, katong (kita) dilarang mudik. Mau tidak mau katong harus patuh terhadap aturan, meskipun aturan itu sangat menyakitkan bagi kami,” kata Indra Sany, salah satu warga Kabupaten Seram Bagian Barat.

Dia mengatakan, dirinya sudah lebih awal menyampaikan permohonan maaf kepada keluarganya di kampung halaman.

“Karena tidak bisa pulang kampung untuk lebaran dengan keluarga, saya memilih meminta maaf lebih Ihwal. Semua ini untuk kepentingan bersama termasuk mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Tanyu, salah satu petugas pelabuhan di kawasan setempat mengaku, sejak Pemerintah Daerah mengeluarkan larangan mudik tertanggal 6 Mei 2021 kemarin, pelabuhan sudah sepi dari pemudik.

“Iya, sudah beberapa hari ini pelabuhan terlihat sepi. Orang-orang tidak berani menyebrang karena takut,” katanya.

Meski begitu, kata dia, kapal ferry tetap beroperasi.

“Iya ferry tetap jalan. Tapi mematuhi setiap protokol kesehatan yang ada,” katanya. (DBA)

Baca Juga :   Catat! Mulai 6 Mei Mendatang Warga Maluku tak Bisa Lagi Mudik Lebaran
Pasca Larangan Diberlakukan, Pelabuhan Ferry Hunimua Sepi Dari Pemudik

Berita Terkini

Anggap Kedes Meyano Langgar Aturan, Fatlolon : Tersangka Korupsi Malah Dipertahankan

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Pelajar asal Desa Meyano Das, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alfin Fatlolon, angkat bicara terkait proses...

Berita Terkait