Operasional Kafe Diperpanjang, Pengusaha Kuliner: Kita Tetap Terapkan Prokes

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Pemerintah kota Ambon telah memberikan kelonggaran bagi pengusaha kuliner untuk tetap membuka usahanya hingga larut malam.

Kebijakan itu diambil untuk mendorong para pelaku usaha untuk terus berkembang dan demi pertumbuhan ekonomi di Kota Ambon.

Sesuai kebijakan yang diambil waktu operasional untuk sektor kuliner seperti kafe, restoran dan rumah makan dan sejenisnya beroperasi mulai dari Pukul 10.00-02.00 WIT. Kebijakan ini sendiri belum diubah sejak menjelang bulan Ramadhan lalu.

Terkait kebijakan pemkot Ambon memberikan kelonggaran terhadap pelaku usaha kuliner itu, beragam respon positif datang dari pemilik kafe di Kota Ambon.

Rhia, salah satu pemilik kafe di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Kota Ambon mengaku, omzet yang didapat dari usahanya kini perlahan-lahan mengalami kenaikan.

“Lumayan sekarang tutup agak malam. Sebelumnya buka sampai jam 21.00 WIT. Ini berpengaruh dengan pendapatan, sudah lumayan meningkat 50 persen lah,” ujarnya saat ditemui Kampiun.co.id, Minggu (30/5/2021).

Sejak awal merebaknya pandemi Covid-19, dilanjutkan kebijakan Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB), Rhia cukup terpukul. Omzet kafe miliknya terjun bebas. Ia bahkan harus memutar otak menjajakan menu kafenya di media sosial.

Cara itu diakui Rhia sangat membantunya untuk bertahan, terutama membayar gaji keenam karyawannya.

“Untungnya tidak ada karyawan yang kami berhentikan. Tadinya karyawan ada sembilan orang. Tapi saat pandemi tiga orang minta istirahat,” terangnya

Rhia berharap, Pemerintah Kota Ambon terus mendukung pemulihan ekonomi pada sektor usaha kuliner. Pelaku usaha pun tetap mendukung penerapan protokol kesehatan di setiap aktivitas.

Ijal, pemilik kafe di Kawasan Jalan AY Patty  mengaku kafenya mulai ramai pengunjung selama pemkot Ambon memberikan kelonggaran. Kebijakan itu kata dia ikut berimbas pada pendapatannya sehari-hari.

Meski Satgas Covid-19 tidak lagi melakukan razia rutin seperti sebelumnya. Penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan dengan membatasi jumlah pengunjung demi  kenyamanan bersama.

“Kan ketentuannya 50 persen yang terisi. Kami terapkan itu. Ini juga untuk kebaikan bersama. Untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19,” ucapnya. (KNL)

Berita Terkini

Pratu BK yang Pukul KO 2 Polisi di Pos Mutiara Itu Petinju?, Ini Penjelasan Kodam

Oknum TNI yang Berkelahi dengan Polisi Dibilang Petinju, Begini Penjelasan Kodam Pattimiura AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sejumlah foto dan video Pratu BK, oknum TNI...

Berita Terkait