Muslimah Mualaf Center Maluku Galang Dana untuk Palestina

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID–Aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu warga Palestina yang menjadi korban kekerasan tentara Israel masih berlangsung di Kota Ambon.

Kali ini aksi penggalangan dana untuk membantu warga Palestina dilakukan Muslimah Mualaf Center Maluku.  Aksi penggelangan dana yang juga melibatkan pemuda pemudi Batu Koneng, Kecamatan Teluk Ambon ini berlangsung di Jl. J Syaranamual Batu Koneng, Ambon, Sabtu (22/5/2021).

Dalam aksi itu, para muslima Mualaf Center Maluku bersama warga dan anak-anak ikut memegang sejumlah kardus serta mengibarkan Bendera Indonesia dan Bendera Palestina.

Salah satu anggota Muslimah Mualaf Center Maluku, Mardiana Manurung mengatakan, aksi penggalangan dana yang dilakukan itu karena keterpanggilan rasa kemanusiaan untuk membantu warga Palestina yang menjadi korban perang.

“Kegiatan ini kami lakukan atas dasar kemanusiaan untuk membela dan memberikan semangat dan doa kepada warga yang ada di Palestina,” katanya saat ditemui.

Aksi penggalangan dana ini yang dilakukan Muslimah Mualaf Center Maluku untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya pada Kamis dua hari lalu mereka juga melakukan aksi penggalangan dana untuk Palestina.

Baca Juga :   Remaja Katolik Elnino Fofid: Tidak Perlu Menjadi Muslim untuk Menyuarakan Kemanusiaan di Palestina

Nantinya donasi yang terkumpul akan disalurkan kepada lembaga resmi yang selama ini konsen menyalurkan bantuan ke warga Palestina.

“Mudah-mudahan mereka (warga Palestina) sehat selalu dan diberikan kekuatan serta dijaga oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” harap Mardiana.

Salah satu pemuda Batu Koneng, Fandi Marasabessy yang ikut dalam aksi tersebut berharap dana yang terkumpul dapat bermanfaat bagi warga Palestina yang saat ini hidup dalam penderitaan.

“Semoga saudara-saudara kita yang ada di Palestina itu dong (mereka) bisa hidup dengan tenang, bisa hidup bahagia, serta semoga anak-nak di sana bisa sekolah lagi dengan baik. semoga dong punya penderitaan cepat berakhir,” Ucap Fandi.

Baca Juga :   Pakai Atribut Palestina, Massa Aksi Kutuk Kekejaman Zionis Israel di Tengah Guyuran Hujan Deras

Agresi militer tentara Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza berlangsung selama 11 hari lamanya.

Agresi militer yang disertai aksi pemboman pemukiman warga sipil dan fasilitas umum itu pun mendapat perlawanan dari kelompok Hamas dan Jihad Islam yang berbasis di Jalur Gaza.

Dalam konflik bersenjata itu, lebih dari 200 warga sipil Palestina termasuk peremuan dan anak-anak ikut menjadi korban tewas, dan lebih dari 1.000 warga terluka. Sedangkan di kubu Israel, 12 warga tewas salah satunya seorang tentara.

Perang tidak seimbang ini akhirnya berakhir setelah Israel dan kelompok Hamas bersepakat untuk melakukan gencatan senjata pada Jumat (21/5/2021) kemarin.

Gencatan senjata kedua kubu yang bertikai itu dipelopori oleh Mesir dan Qatar. (KCI-2)

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait