Kerbau Moa MBD Diusul Kementan untuk Dikembangkan Sebagai Plasma Nuftah Ternak Nasional

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID – Kerbau Moa di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Provinsi Maluku diusulkan untuk dijadikan hewan ternak endemik dan sebagai sumber plasma nuftah ternak nasional.

Usulan itu disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI, Saadiah Uluputty ST kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dalam rapat Komisi IV bersama pejabat eselon 1 Kementerian Pertanian (Kementan) di ruang rapat Komisi IV Kompleks Senayan Jakarta, Rabu (25/05/2021).

Saadiah juga meminta kepada Kementerian Pertanian agar menaruh perhatian terhadap pengembangan Kerbau Moa di MBD.

Kerbau Moa sebut Saadiah merupakan salah satu rumpun kerbau lokal Indonesia yang mempunyai sebaran asli geografis di Kabupaten MBD, Provinsi Maluku. Bahkan secara khusus Menteri Pertanian telah mengeluarkan Keputusan Nomor 2911/Kpts/OT.140/6/2011 tanggal 17 Juni 2011 yang menetapkan secara spesifik rumpun kerbau Moa di MBD.

” Kerbau Moa MBD memiliki ciri dan kekhasan yang tidak dimiliki oleh wilayah lainnya di Indonesia. Maka pemerintah lewat Dirjen Peternakan seharusnya memberi perhatian sungguh – sungguh dengan mencanangkan program pengembangan peternakan Kerbau Moa MBD, ” tandasnya.

Baca Juga :   Bendera 'Benang Raja' yang Diamankan Anggota TNI di Piru Rencananya akan Dikibarkan saat HUT RMS

Aleg dari Fraksi PKS asal Dapil Maluku ini mengatakan potensi plasma nuftah ternak di Maluku terdapat di Kabupaten MBD dengan spesifikasi spesies kerbau Moa secara khusus berada di Pulau Moa. Konservasi plasma nuftah perlu dilakukan agar populasi kerbau Moa terhindar dari kepunahan dan terpelihara kelestariannya.

Ternak lokal seperti Kerbau Moa sentil Saadiah, merupakan sumber genetik unik yang seharusnya dapat dimanfaatkan pengembangannya dan dijadikan sebagai sumber ketahanan pangan nasional.

“ Ternak mempunyai kontribusi menjadi sumber ketahanan pangan nasional. Maka seharusnya, negara segera menerapkan langkah-langkah konservasi karena banyak ternak lokal yang telah punah. Jangan sampai nasib yang sama terjadi pada populasi kerbau moa MBD, ” terangnya.

Baca Juga :   Sambut Lailatul Qadar, Masyarakat Hualoy-Tomalehu Hatam Al Quran 36 Kali Dalam Semalam

Kata Saadiah, hingga sekarang, belum ada formula pengembangan ternak kerbau Moa yang terukur. Padahal, masyarakat Pulau Moa MBD pada skala rumah tangga, menjadikan kerbau Moa sebagai salah satu mata rantai kebergantungan ekonomi.

“Masyarakat peternak di pulau Moa menjadikan kerbau sebagai salah satu sumber pendapatan untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Pertimbangan ini merupakan pertimbangan praktis. Maka preservasi terhadap rumpun kerbau Moa akan memberikan kontribusi pada kwantitas dan kualitas produksi Kerbau Moa di masa yang akan datang, ” pungkasnya.

Lanjutnya, dengan meningkatkan dan melestarikan populasi kerbau Moa MBD sebagai plasma nuftah akan menjadi sumbangan berharga bagi masyarakat Maluku Barat Daya.

“ Dirjen peternakan dapat memulai pelestarian ternak kerbau Moa sebagai plasma nutfah melalui pengembangan model pembibitan sederhana untuk mempertahankan dan meningkatkan potensi genetik ternak, ” usul Saadiah. (K-B)

Kerbau Moa MBD Diusul Kementan untuk Dikembangkan Sebagai Plasma Nuftah Ternak Nasional

Berita Terkini

Jamin Asis Hentihu Sebagai Bupati Buru, Gubernur Murad: Saya Bukan Tipe Orang yang Ngomong Pagi Lain Sore Lain

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Gubernur Maluku, Murad Ismail menegaskan akan menjadikan Sekretaris DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maluku Asis Hentihu sebagai Bupati Kabupaten...

Berita Terkait