Kasus Rapid Antigen Palsu, Polda Maluku: Warga Jangan Ambil Jalan Pintas

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kepolisian Daerah (Polda) Maluku mengimbau warga untuk mendukung program pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku, Kombes Pol Sih Harno mengingatkan agar warga tidak menemupuh jalan pintas untuk mendapatkan surat bebas rapid tes antigen dan GeNose secara ilegal. Sebab tindakan tersebut bertentangan dengan aturan.

“Imbauan kami supaya kita ikut aturan pemerintah soal protokeol kesehatan jangan kita ambil jalan pintas ini kan namaya kita tidak mendukung progam pemerintah terkait memutus mata rantai Covid-19,” kata Harno kepada wartawan di kantor Polda Maluku, Jumat (28/5/2021).

Imbauan Harno ini disampaikan menyusul keberhasilan Polda Maluku dalam membongkar praktik pemalsuan surat bebas rapid tes antigen dan GeNose di Kota Ambon.

Dalam kasus tersebut, polisi telah menangkap enam orang pelaku dan telah menetapkan mereka sebagai tersangka.

Keenam tersangka pemalsuan surat rapid antigen dan geNose di Ambon itu yakni H (40) seorang PNS Puskesmas, R (26) dan M (38) pegawai Angkasa Pura Ambon, R (49) dan H (34) pegawai travel di Jalan AY Patty Ambon dan S (40) karyawan rental komputer.

Baca Juga :   Pegawai Apotik dan Anggota Satpol PP Pemalsu Surat Rapid Antigen Terancam 6 Tahun Bui

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem meminta kepada warga apabila mengetahui masih ada praktik seperti itu agar dapat segera dilaporkan ke polisi untuk ditindaklanjuti.

“Kalau Ada tindak kejahatan dalam kasus Covid-19 seperti ini tolong agar segera dilaporkan,” ujarnya.

Ia mengaku upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 bukan hanya menjdi tanggung jawab pemerintah namun juga semua masyarakat.

Menurut Roem kasus pemalsuan surat bebas rapid tes antigen dan GeNose merupakan tindakan kejahatan yang sangat merugikan masyarakat di Maluku.

Ia mengaku kesal karena disaat pemerintah, aparat TNI Polri dan masyaryakat khususnya para tenaga kesehatan sedang sedang berjuang mati-matian untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, justru ada segelintir warga yang meanfaatkan situasi untuk memperkaya diri.

Baca Juga :   Ada Pegawai Angkasa Pura dan Perawat Dalam Sindkat Rapid Antigen Palsu

“Diharapkan kepada masyarakat sapa tahu masih ada modus-modus lain seperti ini di Mlauku agar tolong doilaporkan ke polisi,” pintanya. (KPL)

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait