Kabid Humas Polda Maluku: Gunung Emas Pulau Buru Ibarat Gula

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN-.CO.ID– Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Rum Ohoirat mengibaratkan Gunung Emas Pulau Buru seperti gula. Sementara para penambang adalah semut yang setiap saat merayap untuk menghisapnya.

“Jadi yang namanya emas ini sudah barang tentu akan menarik masyarakat ke situ, baik secara legal maupun ilegal,” terangnya.

Ia menyebutkan, banyak sekali penambang ilegal dari berbagai daerah saat ini mulai melirik kembali kawasan tersebut. Baik warga di luar Maluku maupun dari dalam. Mereka datang untuk cari “makan” di kawasan tersebut.

“Makanya, jika tidak segera diantisipasi akan banyak menimbulkan masalah. Tidak hanya masalah terkait ketertiban, tetapi juga masalah ekonomi masyarakat, kemudian yang paling pokok dan terpenting adalah terkait pencemaran lingkungan,” kata dia.

Roem mengaku, pihaknya sudah berkali-kali melakukan penertiban di sana. Dan hingga Senin (24/5/2021) kemarin, Polres Pulau Buru kembali melakukan penertiban terhadap para penambang liar.

Saat penertiban dilakukan, sebanyak 19 orang Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) berhasil diamankan. Mereka ditemukan sedang melakukan aktivitas ilegal dengan menggunakan bahan kimia berbahaya.

Baca Juga :   Dansat Brimob Maluku Bangga, Anak Buahnya yang Bertugas di Afrika Dapat Penghargaan PBB

Rum mengungkapkan, saat diamankan, belasan penambang ilegal kemudian digelandang menuju Markas Polres Pulau Buru untuk diproses sesuai prosedur hukum berlaku.

“Tapi, di tengah perjalanan atau tepatnya di kawasan Desa Dava, sekelompok warga melakukan penghadangan,” ungkapnya.

Menurutnya, massa menghadang polisi menggunakan kayu dan senjata tajam, sambil memaksa belasan PETI yang sudah diamankan di dalam mobil tersebut dilepaskan.

“Ada 19 orang yang sudah kita amankan kemarin. Kita kemudian dihadang, dan para penambang itu diturunkan secara paksa,” katanya.

Dia juga mengaku, pihaknya kerap mendapat laporan dari masyarakat sekitar yang mulai merasa resah dengan aktivitas ilegal di Gunung Botak.

Baca Juga :   Sisir Sejumlah Penginapan, Polisi Amankan 7 Pasangan Mesum

Mengingat area tambang emas Gunung Botak begitu luas, sehingga dia berharap, dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan. Khususnya Pemda, diharapkan segera mengambil langkah tepat terkait penataan Gunung Botak.

“Biar masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya, lalu keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar juga bisa berjalan dengan baik,” katanya. (DBA)

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait