Jatah 4 Kursi di DPR RI Jadi Masalah Krusial, Wattimury: Demi Kepentingan Maluku Kita akan Dorong Agar Ditambahkan

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID– Sejauh ini Provinsi Maluku hanya dijatahi 4 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Kondisi ini dinilai tidak maksimal, bila dibandingkan dengan berbagai problema yang terjadi di wilayah Maluku.

Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury mengatakan, jika jatah 4 kursi itu tetap dipertahankan, resikonya berbagai perjuangan terkait kepentingan Maluku di Jakarta tidak bisa dilakukan secara optimal.

“Salah satu masalah yang selalu kita percakapkan adalah alokasi jatah kursi di DPR RI dari Provinsi Maluku yang hanya empat, bila dibandingkan daerah-daerah lain. Resikonya sudah pasti soal kepentingan Maluku di sana,” ungkap Wattimury kepada wartawan, Senin (31/5/2021).

Menurutnya, ada 11 Komisi di DPR RI, sementara Maluku hanya kebagian 4 kursi. Itu artinya, lanjut dia, ada 7 komisi lain yang tidak terisi. Jika seterusnya seperti itu, lantas bagaimana dengan kepentingan Maluku pada komisi yang tidak terisi itu.

“Orang kita hanya di 4 komisi. Sementara 7 lainnya kosong. Kalau seperti ini, bagaimana kepentingan Maluku mau diperjuangkan di Pusat,” katanya.

Wattimury menyebut, kondisi tersebut sangat merugikan Maluku dari aspek kepentingan. Nah salah satu cara, sambung dia, adalah bagaimana memperjuangkan supaya kursi yang 4 ini bisa ditambah, paling kurang 7.

Baca Juga :   Kerbau Moa MBD Diusul Kementan untuk Dikembangkan Sebagai Plasma Nuftah Ternak Nasional

“Jika jadinya begitu, komisi-komisi di DPR RI itu bisa terisi perwakilan Maluku, sehingga kepentingan bisa dibicarakan,” ujarnya.

Dia ungkap, DPRD Maluku sudah berkali-kali bicarakan berbagai kepentingan dengan 4 perwakilan di DPR RI. Namun mereka beralibi, 4 orang di parlemen tidak akan bekerja maksimal.

Sehingga Gubernur Maluku Murad Ismail, dalam beberapa kali kesempatan, meluangkan pikirannya ke DPRD agar sama-sama memperjuangkan ihwal tersebut ke Pemerintah Pusat, agar mereka mau menambahkan jatah kursi untuk Maluku.

“Pak Gubernur ketika berbicara dengan kami, ada pikiran beliau bagaimana bisa berjuang supaya jatah 4 kursi itu bisa ditambah. Untuk alasannya kita menggunakan zonasi,” ungkapnya.

Baca Juga :   Komisi III DPR Yakin Publik Rasakan Transformasi Polri

Jadi, 5 kabupaten di Tenggara Raya itu dimasukan sebagai zona satu. Lalu, Buru, Seram dan Ambon zona dua. Untuk zona satu dapat 3 kursi. Kemudian zona dua 4 kursi, sehingga dapat 7 kursi, karena Maluku punya 11 kabupaten/kota.

Meski demikian, dia mengaku, untuk memperjuangkan hal tersebut tidak muda. Apalagi sudah diatur oleh Undang-undang dan berbagai regulasi lain.

“Ini tidak muda karena kita tertumbuk Undang-undang. Tapi apapun juga, persoalan itu harus dibicarakan. Karena kalau hanya empat perwakilan di Pusat, maka kita akan rugi dalam sisi kepentingan, apalagi berbagai masalah seperti sekarang,” katanya.

Dia menambahkan, ruang ini mesti didiskusikan terus-menerus. Memang dia mengaku, bukan kali pertama ihwal ini bicarakan, di tahun-tahun sebelumnya juga sudah dibicarakan oleh berbagai elemen terkait.

“Pak Gubernur selaku pimpinan daerah hanya menjembatani pikiran-pikiran kemarin dengan problem yang ada sekarang ini, agar kedepan itu targetnya bisa tercapai,” pungkasnya. (DBA)

Jatah 4 Kursi di DPR RI Jadi Masalah Krusial, Wattimury: Demi Kepentingan Maluku Kita akan Dorong Agar Ditambahkan

Berita Terkini

Pasukan Lapis Kedua Italia Tundukkan Wales di Olimpico Roma

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Italia kembali memetik kemenangan kala bersua Wales di matchday ketiga Euro 2020 yang berlangsung di Stadio Olimpico, Roma, Italia,...

Berita Terkait