IAIN Ambon dan Papua Teken Kerjasama

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID– Dua Rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di wilayah Indonesia Timur, yakni Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Dr. Zainal Abidin Rahawarin dan IAIN Fattahul Muluk Papua, Prof. Dr. Idrus Alhamid, melakukan penandatanganan kerjasama.

Teken kerjasama di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ini berlangsung, di Ruang Senat IAIN Ambon, Kamis (27/5/2021). Kerjasama dua perguruan tinggi satu atap ini, guna mewujudkan pembangunan pada bidang pendidikan dan sumber daya manusia di wilayah Indonesia Timur, yang dirasakan masih jauh tertinggal dibandingkan wilayah barat.

Baik Rektor IAIN Ambon maupun IAIN Fattahul Muluk Papua sama-sama sepakat, bahwa lewat kerjasama ini mereka akan membangun sumber daya manusia yang sinergi dengan program pemerintah baik nasional, regional maupun lokal di wilayah timur agar setara dengan wilayah barat, terutama dalam konsep mengelola sumber daya alam.

Rektor IAIN Ambon menjelaskan, sudah waktunya PTKIN di wilayah timur, mulai dari Maluku, Maluku Utara, Papua Barat hingga Papua, tampil ke publik dengan seluruh potensinya agar bisa mensejajarkan diri dengan perguruan tinggi umum lainnya.

Baca Juga :   Pemkab Halsel dan STP Labuha Gelar MOU

Sebab, PTKIN sesungguhnya merupakan pintu pembangunan yang dibutuhkan sumber dayanya untuk pembinaan mental, spritual dan akhlak umat.

“Kerjasama serupa juga akan kita lakukan dengan IAIN Ternate. Ini penting, agar seluruh PTKIN di wilayah timur saling terhubung atau terkoneksi satu sama lainnya dalam peningkatan sumber dayanya,” katanya dalam rilis yang diterima Kampiun.co.id, Kamis malam.

Kerjasama yang sudah dilakukan secara formal itu, kata dia, akan menjadi kekuatan di wilayah Timur Indonesia untuk mendukung program pemerintah dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur sebagaimana diamanatkan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

Baca Juga :   Pemkab Halsel dan STP Labuha Gelar MOU

Beberapa hal penting yang dapat dilakukan secara bersama lewat kerjasama ini juga, kata Rektor, yakni bersinergi untuk merumuskan konsep pembangunan di wilayah timur.

Selama ini, akui kedua rektor tersebut, bahwa ada pola berpikir yang keliru dari pemerintah pusat. Di mana, kebijakan pembangunan selalu dibuat dan direalisasikan dengan konsep dari wilayah barat.

Sementara, kondisi geografis dan kependudukan di wilayah barat, berbeda dengan wilayah timur. Keduanya menyadari dengan sungguh, bahwa kebijakan yang dibuat Pempus tersebut, karena konsep yang diterima tidak disusun oleh akademisi di daerah masing-masing.

Maka, lewat kerjasama ini, akan memutus rantai tersebut, salah satunya dengan menyiapkan konsep pembangunan kepada Pempus, agar menjadi dasar dan pijakan untuk realisasi anggaran, yang tidak boleh didominasi oleh pemikiran dari luar.

Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua menekankan, salah satu tujuan penting MoU ini untuk mengingatkan kepada civitas akademik di PTKIN, khususnya dua kampus ini, bahwa bangsa dan masyarakat saat ini berada di era keterbukaan. Di mana, kegiatan-kegiatan pembelajaran dan penelitian sudah harus dilakukan secara terbuka seiring perkembangan zaman.

Baca Juga :   Pemkab Halsel dan STP Labuha Gelar MOU

“Kegiatan akademik sudah harus diwujudnyatakan dalam bentuk program aksi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bukan keinginan kampus atau pemerintah,” tekan Rektor.

Ia berharap, selanjutnya lewat kerjasama ini, dapat memutus rantai penelitian dari luar wilayah Indonesia Timur, yang kerap dilakukan tanpa melibatkan PTKIN di daerah.

“Ke depan, kita harus komitmen agar penelitian di wilayah timur harus menjadi urusan kami. Jangan lagi ada peneliti yang datang dan nebeng, serta memperkaya diri. Sudah waktunya kita hentikan ini dengan cara meningkatkan SDM kita. Kalau SDM kita sudah memadai, maka rantai tersebut dapat kita putus,” tegasnya. (DBA)

Baca Juga :   Pemkab Halsel dan STP Labuha Gelar MOU

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait