Dukung Gubernur Bangun Maluku, OKP Islam Minta Kasus Video 30 Detik tidak Dijadikan Taktik Memecah Belah Masyarakat

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.COM-Sejumlah Organisasi Kepemudaan Islam (OKPI) di Maluku ikut ikut angkat bicara dan menyampaikan rasa keprihatinan atas beredarnya video ‘30 menit’ yang viral di flatrom media sosial dan menjadi pembahasan publik.

Dalam video berdurasi 30 menit yang viral itu tampak gubernur Maluku Murad Ismail sedang berdebat dengan seorang wanita yang diketahui bekerja di Protokoler istana Negara.

Kejadian dalam video itu sendiri sebenarnya sudah lama terjadi yakni saat kunjungan Presiden Joko Widodo dan rombongan ke Maluku pada Tahun 2019 lalu.

Video itu juga pernah beredar di tahun 2019 namun tidak terlalu direspon publik, belakangan video itu kembali disebar orang tidak bertanggung jawab hingga akhirnya viral dan mendapatkan tanggapan beragam dari masyarakat di Maluku.

Menanggapi video viral itu, enam OKP Islam langsung menyatakan sikapnya. Keenam OKP Islam itu yakni Badko HMI Maluku-Maluku Utara, Pemuda PERSIS Maluku, GEMA Mathla’ul Anwra Maluku, Ketua DPD IMM Maluku, Ketua DPD PMII Maluku, dan HMI Cabang Ambon.

Baca Juga :   Gubernur Murad Ismail Resmikan Gedung Samsat Induk Provinsi

Pernyataan keenam OKP Islam itu dibacakan oleh Ketua Umum HMI Cabang Ambon Abdul Khalik Lapalelo di dampingi seluruh ketua umum OKP Islam yang hadir di Masjid Al Fatah Ambon, Jumat (7/5/2021).

“Pertama, kepada semua pihak yang punya keinginan membangun Maluku, untuk tidak menggunakan strategi dan taktik memecah konsentrasi masyarakat yang semakin sadar menjaga kondusifitas dan menjaga protokol kesehatan,” kata Khalik saat membacakan pernyataan sikap keenam OKP Islam tersebut.

Khalik mengungkapkan pertumbuhan ekonomi di Maluku saat ini terus menunjukkan trend psitif, dimana sejak dua hari lalu angka pertumbuhan ekonomi Maluku naik 1,83 persen dan hari ini kembali naik 1,44 persen.

“Itu artinya, masyarakat perlu diberikan motivasi untuk optimistis meskipun 0,39 persen. Selanjutnya, Informasi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) seluruh Indonesia menurut lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 1,75 persen,” katanya.

Baca Juga :   Banjir Bandang Ancam Maluku, Gubernur Murad Ismail Minta Warga Waspada

Peningkatan perekonomian Maluku yang disampaikan Khalik ini sendiri merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru.

Dia menjelaskan Maluku memiliki potensi sektor Perikanan yang menjanjikan dan saat sementara diupayakan oleh Gubernur Maluku melalui lobi birokrasi agar posisi tawar dalam pengelolaan Lumbung Ikan Nasional (LIN) makin menguntungkan Maluku.

“Termasuk sebagian besar masyarakat Muslim Maluku yang berprofesi sebagai Nelayan kecil yang masih tertindas,” ujarnya.

Dia memaparkan, praktik politik sepanjang bulan suci Ramadhan haruslah dilakukan secara arif, ia juga mengajak semua pihak untuk menghindari membagikan konten informasi yang terkesan mencari keburukan sesama politisi atau tokoh publik.

“Politik semasa pandemi Covid-19 haruslah dilakukan dengan mendahulukan persatuan dan kesatuan umat yang ada di Maluku, Indonesia, dan Dunia pada umumnya,” kata Khalik sambil mengutip Surat Al-Hujarat ayat 12.

Baca Juga :   Kompak! Gubernur dan Wagub Hadiri Pentahbisan Gedung Pastori Sinode GPM

Ia pun berharap situasi di Maluku tetap kondusif sehingga kedepan pertumbuhan ekonomi Maluku terus naik di tengah perlawanan terhadap virus Corona Mutasi saat ini.

Terkait video 30 detik yang viral itu, ia mengaku pemerintah Provinsi Maluku melalui Sekretaris Daerah Maluku secara resmi telah memberikan penjelasan resmi dan mengklarifikasinya.

“Sekretaris Daerah Maluku telah memberi penjelasan melalui berbagai kanal informasi yang ada tentang duduk perkara insiden tersebut, bahwa kejadian itu sudah lama terjadi saat iring-iringan kendaraan Presiden meninjau korban Gempa 2019 lalu,” katanya.

Karena itu ia mengimbau masyarakat untuk lebih cerdas dalam mencermati setiap informasi yang beredar luas di tengah banjir informasi saat ini.

“Penting bagi masyarakat Maluku untuk memahami dan makin cermat menerima berbagai informasi berantai, bukan hanya video ini, tetapi juga pesan berantai berupa teks atau gambar lainnya, yang dapat menganggu konsentrasi kita bersama dalam melawan Covid-10 jenis terbaru mutasi dari India yang tercatat sudah masuk ke Indonesia sesuai keterangan Menteri Kesehatan,” ungkapnya. (KCL)

Baca Juga :   Gubernur Murad Ismail Letakkan Batu Pertama Awali Pembangunan Masjid Agung Nurul Yasin
Dukung Gubernur Bangun Maluku, OKP Islam Minta Kasus Video 30 Detik tidak Dijadikan Taktik Memecah Belah Masyarakat

Berita Terkini

Anggap Kedes Meyano Langgar Aturan, Fatlolon : Tersangka Korupsi Malah Dipertahankan

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Pelajar asal Desa Meyano Das, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alfin Fatlolon, angkat bicara terkait proses...

Berita Terkait