Cuaca Buruk, Nelayan di Pesisir Huamual SBB Memilih Enggan Melaut

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID – Cuaca buruk yang melanda sebagian wilayah perairan Maluku selama sepekan terakhir menyebabkan sejumlah nelayan memilih enggan melakukan aktifitas melaut.

Seorang nelayan di pesisir Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku, Arman mengatakan cuaca buruk yang mengakibatkan terjadinya gelombang tinggi membuatnya memilih untuk tidak melaut.

Nelayan asal dusun Ely Jaya ini mengatakan sudah hampir sepekan ini sejumlah nelayan di wilayahnya itu tidak berani melakukan aktifitas melaut karna gelombang tinggi disertai hujan dan angin kencang.

” Sudah hampir satu Minggu, kami disini belum berani melaut, karena cuaca lagi buruk, ” ujarnya saat berbincang dengan Kampiun.co.id Kamis (28/05/2021).

Nelayan lainnya, La Sarmin juga membenarkan kondisi cuaca buruk dengan gelombang tinggi melanda wilayah itu.

Kata dia setiap tahun ketika memasuki musim ombak, para nelayan di wilayah itu tidak berani melaut karena tingginya gekombang. Biasanya cuaca buruk di wilayah itu berdampak pada tingginya gelombang disertai angin kecang.

Kata dia, akibat cuaca buruk, para nelayan memilih tidak melaut sehingga berdampak pada pendapatan mereka, penghasilan mereka pun menjadi menurun sehingga berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan keluarga sehari-hari.

Baca Juga :   2 Pohon Tumbang Tutup Jalan Jenderal Sudirman, Motor Boleh Lewat, Mobil Disuruh Balik

” Otomatis tidak ada penghasilan, karena tidak melaut hampir seminggu ini. Kondisi ini jelas berpengaruh terhadap ekonomi keluarga khususnya pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” tutupnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) provinsi Maluku menyebut potensi gelombang tinggi akibat cuaca buruk terjadi di sejumlah peraiaran Maluku.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan maupun warga yang berpergian menggunakan jalur laut untuk selalu waspada terhadap cuaca buruk dan gelombang tinggi yang melanda perairan Maluku.

Kepala BPBD Provinsi Maluku, Henri Farfar juga mengimbau nelayan dan penyedia jasa transportasi antarpulau di Maluku agar lebih waspada mengingat potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi di peraiaran Maluku saat ini dapat berpotensi menyebabkan kecelakaan di laut.

Baca Juga :   2 Pohon Tumbang Tutup Jalan Jenderal Sudirman, Motor Boleh Lewat, Mobil Disuruh Balik

Henri juga mengimbau warga yang tinggal di pesisir pantai di Maluku agar tetap berhati-hati dengan gelombang tinggi dan cuaca buruk yang terjadi.

“ Mengingat cuaca buruk yang terjadi disebagian besar wilayah Maluku maka warga diimbau untuk waspada, ” ujar Henri kepada Kampiun.co.id. (K-B)

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait