Cegah Penyebaran Covid-19, Waktu Nongkrong di Kafe Kembali Dibatasi

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Pemerintah Kota Ambon kembali membatasi waktu operasional untuk sektor kuliner di Kota Ambon pascalebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Sebelumnya saat bulan Ramadhan, waktu operasional rumah kopi, kafe, dan rumah makan di Kota Ambon mulai beroperasi sejak pukul 08.00-02.00 WIT.

Namun saat ini waktu  operasional kafe, rumah kopi  dan rumah makan kembali dibatasi mulai pukul 08.00-22.00 WIT.

Koordinator Fasilitas Umum Satgas Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay  mengungkapkan kebijakan pembatasan operasional sektor kuliner itu sudah sesuai dengan ketentuan yang telah berjalan selama setahun terakhir sejak diberlakukannya PSBB di Kota Ambon.

Pembatasan itu sendiri dilakukan untuk mengendalikan penularan Covid-19 di Kota Ambon.

Ia mengakui pemerintah sendiri diperhadapkan dengan kondisi dilematis sebab di satu sisi pemerintah harus mendukung pemulihan ekonomi dengan menghidupkan kembali sektor-sektor usaha potensial. Namun di sisi lain pemerintah juga harus mengendalikan Covid-19 dengan mengambil langkah-langkah pencegahan.

“Sebenarnya pemerintah ini dilematis. Di satu sisi kita harus mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Namun di sisi lain pengendalian penyebaran Covid-19 juga menjadi prioritas,” ungkapnya di Ambon, Minggu (22/5/2021).

Baca Juga :   Update Covid-19 Maluku 17 Juni: Pasien Dirawat 268, Meninggal Dunia 131 Orang

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon pun ikut menyayangkan sejumlah koementar masyarakat yang menyudutkan Satgas Covid-19 dalam penegakan protokol kesehatan di Pasar Mardika Kota Ambon.

Menuurtnya, sejauh ini petugas sudah cukup tegas kepada pedagang. Tetapi yang kerap terjadi justru disaat petugas tidak berada di tempat, pedagang mulai mengabaikan prokes dengan melepas masker.

“Sebenarnya kita sudah tegas. Tapi karena kebiasaan pedagang memang begitu. Jujur kita sulit juga mengontrolnya. Padahal itu untuk kebaikan mereka juga,” sesalnya.

Dia menambahkan vaksinasi Covid-19 kepada ratusan pedagang Pasar Mardika dan sopir angkot beberapa waktu lalu bukan menjadi jaminan semua pedagang dan sopir terbebas dari virus corona.

Baca Juga :   Sempat Turun, Jumlah Pasien Covid-19 di Maluku Naik Lagi Jadi 162 Orang

“Protokol kesehatan wajib diterapkan selama berada ditempat manapun,” katanya. (KNL)

Cegah Penyebaran Covid-19, Waktu Nongkrong di Kafe Kembali Dibatasi

Berita Terkini

Jamin Asis Hentihu Sebagai Bupati Buru, Gubernur Murad: Saya Bukan Tipe Orang yang Ngomong Pagi Lain Sore Lain

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Gubernur Maluku, Murad Ismail menegaskan akan menjadikan Sekretaris DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Maluku Asis Hentihu sebagai Bupati Kabupaten...

Berita Terkait