Belum Dicabut, SE Walikota Masih Berlaku, Pelaku Usaha Tetap Beraktifitas Sama Seperti Kemarin

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID – Kelonggaran aktifitas bagi pelaku usaha yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon selama bulan ramadhan kini masih berlangsung.

Meski waktu pemberlakuan penerapan kelonggaran aktifitas pelaku usaha sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Walikota Ambon nomor 451.13/04/SE/2021 tertanggal 13 April 2021 lalu sudah selesai namun belum dicabut.

Hal ini diakui Walikota Ambon, Richard Louhenapessy sebagai uji coba dan upaya Pemkot dalam pemulihan dan peningkatan ekonomi masyarakat di masa pandemi.

“ Sampai dengan hari ini (SE), Kebijakan pada bulan Ramadhan lalu belum dicabut, selain untuk membantu memenuhi keubutuhan masyarakat yang menjalankan ibadah puasa, juga sekaligus merupakan ujicoba,” ujar Walikota.

Sebagaimana Aauran dalam SE tersebut, jam operasional pelaku usaha di kota Ambon yakni; restoran, rumah makan, cafe, warung/ usaha sejenis beroperasi mulai pukl 08.00 hingga pukul 02.00 WIT dinihari, kegiatan atau aktifitas usaha kuliner beroperasi mulai pukul 15.00 hingga 02.00 WIT, Mall/Toko modern, Swalayan berjenis supermarket, Indomaret, Alfamidi dan toko lainnya beroperasi hingga pukul 22.00 WIT, juga angkutan umum yang diizinkan beroperasi hingga pukul 22.00 WIT.

Baca Juga :   Pemerintah dan Pakar Sosiologi Komentari Kasus Pemalsuan Rapid Tes Antigen di Ambon, Apa Kata Mereka?

Kendati belum dicabut Walikota mengatakan kebijakan tersebut akan terus dievaluasi, seiring dengan kemampuan masyarakat untuk berdaptasi dan pergerakan jumlah kasus positif Covid 19 di kota Ambon.

“Tentunya kebijakan ini, akan dievaluasi terus menerus, kalau masyarakat tidak mampu beradaptasi, bisa saja kita cabut kebijakan ini,” ungkapnya.

Walikota akui, selain usaha kuliner dan toko yang masih diberikan kelonggaran jam operasional, Pemkot juga telah mengizinkan beberapa Tempat Hiburan Malam (THM) dan Wahana Permainan Anak untuk dibuka.

“Untuk THM dan Wahana Permainan Anak telah diberikan ijin untuk dibuka. Semua itu korelasinya untuk peningkatan ekonomi masyarakat, namun tentunya akan dievaluasi terus,” tandasnya.(K-BM)

Baca Juga :   Ditetapkan Sebagai Sekolah Pantai Indonesia, SMP Negeri 8 Ambon Bisa Jadi Agen Perubahan

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait