Bangunan Pasar Tehoru Jadi Kandang Ternak, DPRD Dinilai Tak Pro Rakyat

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID- Pasar Tradisional Tehoru yang dibangun menggunakan APBD Maluku Tengah Tahun 2017 senilai Rp 3 milyar, kembali menuai protes warga.

Pasalnya, sudah bertahun-tahun bangunan itu dikerjakan namun tak kunjung difungsikan. Bahkan, kini menjadi tempat atau kandang ternak.

Felmi Lamasano, Ketua Umum Mahasiswa IAIN Pecinta Alam (MAHIPALA) Ambon, yang juga warga Tehoru mengatakan, sudah 4 tahun Pasar Tradisional itu dibangun, namun pekerjaannya berjalan di tempat.

Kata dia, berbagai desakan juga sudah disampaikan sejumlah mahasiswa melalui media massa agar kondisi bangunan pasar yang terbengkalai itu diseriusi pemerintah. Namun, mereka tetap saja abai.

“Pasar itu kini jadi kandang ternak. Banyak ternak warga seperti kambing menghuni pasar itu, karena memang tidak ada respon dari pemerintah, baik pihak kecamatan maupun kabupaten,” katanya kepada Kampiun.co.id, Selasa (25/5/2021).

Bahkan, sambung dia, Anggota DPRD Maluku Tengah daerah pemilihan (Dapil) III, tak pernah merespon persoalan itu. Padahal terbengkalainya bangunan pasar tersebut, mestinya menjadi tanggungjawab mereka selaku representasi rakyat di parlemen.

“Logisnya, wakil rakyat adalah amanah kita di parlemen. Otomatis mereka harus perjuangkan hak-hak rakyat dong!. Kita memilih mereka untuk menyambung aspirasi rakyat. Tapi nyatanya, mereka abai dan samasekali tidak pro terhadap rakyat kecil,” cetusnya.

Baca Juga :   Dalam Sehari Warga Tamilow Bisa Jual 300 Gram Emas ke Pembeli

Meski demikian, dia berharap, DPRD Kabupaten Maluku Tengah dapat menyelesaikan perseolan itu, tentu dengan memanggil Pimpinan CV. Bhineka Konstruksi selaku perusahaan yang mengerjakan bangunan tersebut, agar dimintai pertanggungjawaban.

Menurutnya, dana milyaran rupiah yang dianggarkan untuk bangunan pasar tersebut cukup besar, sehingga tidak masuk akal jika ia harus terbengkalai dan meresahkan khalayak di Kecamatan Tehoru.

“Kami minta, agar DPRD Maluku Tengah segera memanggil Pimpinan CV. Bhineka Konstruksi agar dimintai pertanggungjawaban,” desaknya. (DBA)

Baca Juga :   Warga Lepas Police Line di Lokasi Tambang Emas

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait