Ambon Zona Kuning, Warga Diminta tak Abaikan Prokes Apalagi Bereforia

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Warga Kota Ambon diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) meski saat ini ibu kota Provinsi Maluku itu telah keluar dari zona oranye dan kini berada di zona kuning atau risiko ringan penyebaran Covid-19.

Koordinator Fasilitas Umum Satgas Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay mengingatkan meski saat ini Kota Ambon telah keluar dari zona oranye namun warga harus tetap mematuhi prokes agar upaya menekan penyebaran Covid-19 dapat dilakukan lebih maksimal.

“Zona Kuning bukan berarti sudah bebas berkerumun apalagi tidak menggunakan masker. Karena itu prokes harus tetap dipatuhi,” kata Richard di Ambon, Minggu (23/5/2021).

Ia juga mengatakan warga agar tidak perlu bereforia setelah Ambon keluar dari zona oranye. Menurutnya penerapan prokes sebaiknya menjadi gaya hidup bagi warga Kota Ambon dalam situasi saat ini agar keinginan semua pihak untuk kembali ke zona hijau dapat segera tercapai.

“Tidak perlu bereuforia dengan status zona kuning. Artinya protokol kesehatan harus menjadi bagian dari gaya hidup, sehingga kedepan bisa naik status ke zona hijau,” katanya.

Kota Ambon sendiri keluar dari zona oranye ke zona kuning terhitung sejak tanggal 16 Mei 2021 pekan lalu setelah mencapai skor 2,50. Capaian itu dapat terwujud setelah sekitar setahun lamanya Kota Ambon menyandang status zona merah dan zona oranye secara bergantian.

Baca Juga :   Kadis Kesehatan Kota: Selain Lansia, Vaksin Gratis Juga akan Berlaku Bagi ODGJ dan Napza

Menurut Richard dalam situasi pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini, maka penerapan prokes perlu menjadi gaya hidup mayarakat Kota Ambon.

“Harusnya masyarakat sudah terbiasa dengan protokol kesehatan. Yang paling penting masker itu sudah jadi gaya hidup. Jangan sampai ada yang keluar rumah tidak pakai masker,” ujarnya.

Ia mengaku sejauh ini banyak warga yang belum menerapkan prokes dengan benar saat beraktifitas di luar rumah. Bahkan sejumlah warga masih ada yang kedapatan tidak menerapkan prokes saat nongkrong di kafe dan rumah makan.

Baca Juga :   Minta Divaksin, Ratusan Warga Serbu Tribun Lapangan Merdeka

“Kursi yang seharusnya dikosongkan, malah dipakai untuk duduk. Hal ini menjadi fokus perhatian Satgas Covid-19 Kota Ambon dalam menegakkan protokol kesehatan di ruang public,” ujarnya.

Richard mengungkapkan Satgas Covid-19 Kota Ambon terus mengevaluasi upaya pengendalian penyebaran virus corona di Ambon. Salah satunya dengan memperketat jalur masuk ke Ambon.

Menurutnya setelah sempat memberlakukan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) saat Libur Idul Fitri, dalam waktu dekat ada kebijakan baru terkait pengendalian Covid-19.

“Sebentar lagi setelah Pak Wali kembali dari perjalanan dinas kita akan rapat evaluasi lagi terkait langkah-langkah pencegahan penyebaran Covid-19. Kita perlu pertahankan zona kuning bila perlu naik ke zona hijau,” pungkasnya. (KNL)

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait