5 Fakta Pembakaran KMP Lelemuku, Ada Mabuk Asmara hingga Mabuk Alkohol

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kapal motor penumpang (KMP) Lelemuku yang tengah bersandar di dermaga Saumlaki, Kabupaten Kepulauan tanimbar Maluku, terbakar Senin (24/5/2021) malam.

Polisi memastikan penyebab kebakaran kapal milik Pemkab Kepulauan Tanimbar itu karena faktor kesengajaan.

Dalam kasus itu polisi telah menetapkan seorang Anak Buah Kapal (ABK) berinisial YM sebagai tersangka karena diduga sengaja membakar kapal tersebut.

Saat itu YM telah meringkuk di sel tahanan Polres Kepulauan Tanimbar untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum.

Berikut enam fakta dalam kasus pembakaran KMP Lelemuku yang dirangkum dari pemberitaan Kampiun.co.id:

1. Butuh 8 Jam untuk Padamkan Api
KMP Lelemuku terbakar di Dermaga Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Senin sekitar pukul 18.30 WIT.

Saat kebakaran terjadi sejumlah personel aparat TNI dan Polri langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk membantu memadamkan kebakaran.

Satu unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Kepulauan Tanimbar dan satu unit mobil water canon milik Kompi III Yon C Pelopor Brimob Polda Maluku diterjunkan ke lokasi.

Baca Juga :   Kapal Pengangkut BBM Terbakar Bersama 20 Drum Minyak Tanah di Banda

“Selain mobil pemadam kebakaran dan mobil water canon, dua mobil tangki air juga ikut dikerahkan untuk memadamkan kebakaran itu,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat kepada kampiun.co.id via telepon seluler, Selasa (25/5/2021).

2. Pelaku Pembakaran Ternyata Kepala Kamar Mesin
Aparat Polres Kepulauan Tanimbar langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran kapal tersebut.

Sebanyak 19 orang diperiksa untuk dimintai keterangan. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara usai kebakaran terjadi. Hasilnya polisi langsung menetapkan Kepala kamar mesin KMP Lelemuku, YM sebagai tersangka.

“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan Polres Kepulauan Tanimbar, KMP Lelemuku itu ternyata dibakar oleh salah seorang ABK inisialnya YM,” kata Roem.

Baca Juga :   Kapal Penangkap Cumi Terbakar di Laut Tanimbar, 2 ABK Tewas, 25 Hilang

3. Mabuk dan Tantang Berkelahi
Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Romi Agusriansyah mengatakan tersangka dalam keadaan mabuk saat membakar kapal tersebut.

Saat itu tersangka juga sempat terlibat cekcok dengan sejumlah rekannya sesame ABK sebelum akhirnya menyiram pertalite ke dek kapal dan membakarnya.

“Jadi tersangka ini lagi mabuk dia terlibat keributan dan rekannya dia menantang mereka lalu setelah itu membakar kapal,” ujarnya.

5. Mabuk Asrama
Persoalan asmara ternyata menjadi penyebab utama tersangka YM nekat membakar kapal milik pemkab Kepulauan Tanimbar itu.

Menurut Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Roem Ohoirat sebelum membakar kapal itu pelaku terlihat mabuk saat bertengkar dengan wanita selingkuhannya di atas kapal.

Usai pertengkaran itu, pelaku juga terlibat cekcok mulut dengan sesama rekan ABK.

“Jadi motif utamanya itu adalah masalah perselingkuhan ya, sebelum membakar kapal tersangka ini ternyata sempat ribut dengan selingkuhannya di atas kapal,” kata Roem.

Baca Juga :   Kapal Feri Milik Pemda KKT yang Sedang Sandar di Dermaga Terbakar

Karena tidak bisa mengendalikan emosi itu, pelaku diketahui menyiramkan pertalite di dek kapal lalu menyulutnya dengan api.

“Jadi dia (tersangka) ini kesal ya, dia marah karena selingkuhannya itu pergi setelah keduanya terlibat cekcok, lalu dia marah ke teman-temannya dan kemudian membakar kapal itu, itu motifnya,” jelasnya.

5. Terancam 15 Penjara
Aksi pembakaran KMP Lelemuku itu tak hanya membuat tersangka harus mendekam di sel tahanan Polres Tanimbar untuk diproses hukum.

Penyidik yang menangani kasus itu juga menjerat tersangka denganPasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Tersangka terancam selama 15 tahun penjara,” kata Roem. (Osman)

Berita Terkini

Guru SD di Buru Selatan Perkosa Cewek ABG, Setelah Pergoki Korban Lagi Begituan Sama Pacarnya

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-LOS, seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku dilaporkan ke polisi karena diduga...

Berita Terkait