2 Pegawai Angkasa Pura yang Terlibat Sindikat Rapid Antigen Palsu Terancam PHK

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Dua pegawai PT Angkasa Pura Suport yang terlibat dalam sindikat pemalsuan surat rapid tes antigen dan geNose yakni R (26) dan M (38) terancam dikenai sanksi pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahan tempat mereka bekerja.

Direktur PT Angkasa Pura Suport Desy Sulistyorini perbuatan kedua karyawan tersebut merupakan perbuatan oknum dan tidak mengatasnamakan perusahan.

Ia menegaskan perusahan tidak pernah menolerir perbuatan kedua karyawan tersebut dan mendukung sepenuhnya proses hukum terhadap keduanya.

“Kami menyesalkan dan tidak dapat membenarkan sedikit pun atas tindakan oknum tersebut. Kami tidak pernah mentolelir segala tindakan di luar prosedur dan standar yang telah kami jalankan selama ini,’ tegas Desy kepada wartawan di Ambon, Sabtu (29/5/2021).

Atas perbuatan kedua tersangka yang dinilai menyalahi prosedur dan ketentuan perusahan itu, maka kedua karyawan tersbeut akan diberi sanksi tegas.

“Tentu aka nada saksi tegas kepada kedua oknum ini. Sanksinya bisa sampai pemutusan hubungan kerja,” katanya.

Dalam kesempatan itu ia juga mengklarifikasi status kedua oknum tersebut termasuk juga perusahan yang dipimpinnya itu.

Baca Juga :   Cegah Penyebaran Covid 19, Istri Gubernur Maluku Buka Kegiatan Rapid Antigen Gratis Drive Thru di Malra

Menurut Dessy, R dan M bukanlah pegawai PT Angkasa Pura Ambon. Keduanya adalah karyawan PT Angkasa Pura Suport.

PT Angkasa Pura Suport sendiri merupakan anak perusahan dari PT Angkasa Pura yang selama ini mengelola geNose di sejumlah bandara di Indonesia termasuk juga di Bandara Pattimura Ambon.

“Jadi kedua oknum ini bukan pegawai PT Angkasa Pura Ambon tapi karyawan PT Angkasa Pura Suport,” ujarnya.

Ia menambahkan terkait kasus tersebut, pihaknya secara internal juga tengah melakukan investigas untuk mengungkap kasus tersebut. Selain itu perusahan juga akan lebih meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

“Investigasi secara internal juga kami lakukan. Kami akan terus lakukan monitoring dan evaluasi dan perbaikan untuk hal ini tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Aparat Direktorat Krminal Umum (Ditkrimum) Polda Maluku menangkap enam orang warga di Kota Ambon lantaran terlibat dalam bisnis surat keterangan rapid tes antigen dan genose palsu.

Baca Juga :   2 Pegawai Apotik dan Oknum Satpol PP di Namlea Terlibat Sindikat Pemalsuan Rapid Antigen

Mereka ditangkap polisi di sebuah travel di kawasan AY Patty Ambon pada Kamis (27/5/2021) setelah polsi mendapatkan informasi adanya praktek pemalsuan surat rapid tes antigen palsu yang dilakukan para pelaku.

Dalam penangkapan itu, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp 14.7000.000, satu unit laptop, tiga unit kompueter, sebuah printer dan sebuah cap stempel. (KPL)

Berita Terkini

Pratu BK yang Pukul KO 2 Polisi di Pos Mutiara Itu Petinju?, Ini Penjelasan Kodam

Oknum TNI yang Berkelahi dengan Polisi Dibilang Petinju, Begini Penjelasan Kodam Pattimiura AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sejumlah foto dan video Pratu BK, oknum TNI...

Berita Terkait