Warga di Huamual Pilih Pulang Kampung Lebih Awal, Hindari Larangan Mudik Lebaran

Baca Juga

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Pilih pulang kampung lebih awal menjadi opsi warga di Kecamatan Huamual dan Huamual Belakang Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menyusul larangan mudik Lebaran yang akan diberlakukan pemerintah pada 6-17 Mei 2021 mendatang.

Kebanyakan dari warga di wilayah itu yang merantau di kota Ambon dan diluar Maluku ini memilih pulang lebih awal karena sudah lama tidak berkumpul dengan keluarga lantaran tahun lalu tidak sempat mudik karena juga dilarang.

Masni, warga desa Tonu Jaya, Huamual Belakang, SBB mengemukakan ia bersama suami dan dua anaknya memilih pulang lebih awal karena mendengar informasi mudik lebaran tahun ini dilarang oleh pemerintah.

“ Informasinya pemerintah dong larang mudik, katanya tanggal 6 bulan muka ini. Makanya katong pulang kamuka jua, jang (jangan) sampe seng (tidak) dapa mudik lai (lagi) tahun ini, “ ujarnya khas dialeg Ambonnya saat ditemui Kampiun.co.id di terminal speed boat Tehoku, Desa Hila Kabupaten Malteng, Senin (26/04/2021).

Masni bersama suaminya yang merantau di Bula Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) ini mengaku awalnya merencanakan mudik jelang dekat lebaran nanti, mengingat akses transportasi dari wilayah itu cukup terjangkau, hanya karena mendengar informasi bahwa ada pelarangan mudik oleh pemerintah tahun ini sehingga ia bersama suaminya memutuskan untuk pulang lebih awal, apalagi mendengar kabar jika ibunya juga dalam kondisi sakit di kampung.

” Mumpung sekarang ini kan belum ada larangan, jadi pulang tempo sakali jang sampe taparego, apalagi di kampong beta mama ada saki lai, jadi pulang tempo jua, “ tutur wanita yang mengaku kesehariannya berdagang pada salah satu pasar di kota Bula, SBT ini.

Warga lain, La Dengu juga memilih pulang lebih awal untuk menghindari larangan mudik yang diberlakukan pemerintah. Apalagi sudah tiga tahun ini ia mengaku merantau belum pernah balik di kampong berkumpul bersama keluarga.

“ Karena dengar informasi tahun ini mudik lebaran dilarang, jadi beta pilih bale tempo jua, beta ini sulama merantau sudah tiga tahun belum bale dikampong, “ ungkap La Dengo yang mengaku baru pulang merantau dari pulau Obi Maluku Utara itu.

Pantauan Kampiun.co.id di terminal speed boat pelabuhan Tehoku Desa Hila, Malteng, Senin (26/04/2021) siang ini nampak terlihat warga memadati areal itu sejak pagi.

Kebanyakan dari warga yang khendak pulang adalah mereka berasal dari kampung-kampung pesisir di Jezirah Huamual dan Huamual Belakang, Kabupaten SBB.

Untuk sampai di kampong halaman mereka, warga di wilayah ini menggunakan moda transportasi laut berupa Speedboat dengan kapasitas penumpang 100 hingga 120 orang melalui penyebrangan laut melewati selat tanjung siang menuju pesisir huamual, pulau Kelang dan Pulau Manipa.(K-B)

Warga di Huamual Pilih Pulang Kampung Lebih Awal, Hindari Larangan Mudik Lebaran

Berita Terkini

Pasca Lebaran, Hujan Deras Guyur Kota Ambon, Warga Pilih Berdiam di Rumah Saja

AMBON, KAMPIUN.CO.ID - Hujan deras mulai mengguyur kota Ambon, Maluku pasca moment hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah yang...

Berita Terkait