Sekolah di Musim Pandemi, Topografi Maluku Cocoknya Terapkan Sistem Belajar Blended Learning

Baca Juga

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Berbagai kebijakan diambil pemerintah terkait dengan pelaksanaan sistem pembelajaran di sekolah ditengah pandemi Covid-19.

Diantaranya dengan sistem belajar secara daring dan luring. Sistem ini tentu disesuaikan dengan zonasi pada daerah masing-masing seperti revisi surat keputusan bersama (SKB) Empat Menteri untuk menyesuaikan kebijakan pembelajaran di era pandemi saat ini.

Dalam keputusannya itu sekolah diberi fleksibilitas untuk memilih sistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa di masa pandemi.

Berdasarkan ketentuan penyesuaian sistem pembelajaran di musim pandemi ini, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku memilih penerapan blanded learning sangat tepat.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Insun Sangadji mengatakan penerapan metode pembelajaran blanded learning di Maluku sangat tepat karena topografi wilayah maluku berciri kepulauan.

Sistem pembelajaran Blended Learning adalah model pembelajaran campuran yang akan memadukan pembelajaran secara daring (online) dan luring (offline).

” Saya lebih memilih sistem pembelajaran blended learning, karena ini sesuai dengan tofografi kita di Maluku, ” terang Kadis dalam acara coffee morning yang berlangsung di aula kantor Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Kamis (1/4/2021).

Kata Kadis, pelaksanaan pembelajaran sekolah di Maluku tidak dapat hanya dilakukan dengan sistem daring (online) tapi juga dilakukan dengan sistem luring (offline).

Berbagai keterbatasan menjadi pertimbangan yang tidak dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran daring, kendala akses internet dan keterbatasan layanan listrik di daerah.

” Topografi Maluku tidak memungkinkan hanya daring saja, banyak daerah-daerah itu terkendala akses internet, lampu pun tidak ada oleh karena itu luring tetap dilakukan, ” ungkapnya.

Meski dilakukan secara daring maupun luring, kata Kadis pihaknya tetap menekankan pelaksanaan proses pembelajaran tersebut belangsung dibawah pengawasan ketat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kadis akui sistem pembelajaran blanded learning yang diterapkan itu merupkan kebijakan strategis yang diambil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku agar aktifitas pelaksanaan pembelajaran di sekolah tetap berlangsung ditengah musim pandemi. (KB/L)

Berita Terkini

Jaga Kamtibmas di Bulan Ramadhan, Polsek Leihitu Razia Miras dan Masker

 AMBON,KAMPIUN.CO.ID- Menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta menciptakan suasana kondusif di bulan Ramadhan, Polisi Sektor (Polsek) Leihitu...

Berita Terkait