Sekolah di Maluku Tak Lagi Akomodir Guru Kontrak, Ini Alasannya

Baca Juga

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku mulai melakukan refokusing terkait penantaan tenaga pengajar berstatus guru kontrak di Maluku, dengan tidak lagi memberikan kuota.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku, Insun Sangadji dalam acara Coffee Morning bersama awak media di aula kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku, kemarin.

” Bagi sekolah-sekolah besar di Maluku saya tidak akan lagi memberikan kuota untuk guru kontrak, ” ujar Sangadji dalam acara itu.

Kata Sangadji, Sekolah-sekolah besar tidak lagi diberikan guru kontrak sebab sekolah-sekolah itu sudah tersedia tenaga pengajar berstatus PNS.

Jika pun diberikan, kata Sangadji hanya untuk satu dua mata pelajaran yang belum memiliki guru berstatus PNS. Seperti pada guru mata pelajaran Biologi, misalkan di sekolah itu belum ada guru berstatus PNS pada mata pelajaran biologi, maka diisi dengan guru kontrak.

Sangadji menjelaskan, untuk pengangkatan guru kontrak, pihaknya mengacu pada ketersediaan kuota dan analisis kebutuhan guru. Dan pihaknya bisa mengangkat guru kontrak apabila sekolah-sekolah besar itu belum terakomodir guru PNS.

“ Kalau disekolah itu sudah terakomodir guru PNS, tidak lagi kita Akomodir guru kontrak , “ jelasnya.

Kata Sangadji, yang menjadi guru kontrak adalah bagi mata-mata pelajaran yang tidak ada guru PNSnya. Oleh sebab itu bagi sekolah-sekolah besar di Maluku tidak perlu butuh guru-guru kontrak karena semuanya sudah ada guru PNSnya.

Selain sekolah-sekolah besar yang tidak lagi mengakomodir tenaga kontrak karena ketersediaan guru PNS, hal lain adalah berdasarkan jumlah siswa.
Kata Sangadji bagi sekolah-sekolah besar di Maluku dengan jumlah siswa diatas 350 tidak diberi guru kontrak, alasanya karena sekolah dapat membayar guru honor dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos).

Terkait hal ini pihaknya akan menghadap DPRD untuk memberikan Juknis pelaksanaannya, ” Kami sudah siapkan dokumen tentang petunjuk teknis yang nanti kami presentasikan ke lembaga legislatif,” terang Sangadji mengakhiri penjelasannya terkait persoalan guru kontrak yang jumlahnya besar dari kuota yang disediakan. (KB/L)

Sekolah di Maluku Tak Lagi Akomodir Guru Kontrak, Ini Alasannya

Berita Terkini

Silaturahim, Kajati Maluku yang Baru Temui Kapolda

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Undang Mugopal menggelar kunjungan silaturahim ke Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri.Pertemuan antara dua petinggi...

Berita Terkait