PPDB Sistem Zonasi, Dilihat dari Jarak Rumah, Siapa Lebih Dekat Boleh Sekolah

Baca Juga

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku akan menerapkan system Zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021. System zonasi ini dilakukan berdasarkan jarak dari rumah ke Sekolah yang terdekat.

“ Zonasi ini filosofinya adalah mendekatkan murid dengan sekolah, artinya yang berhak masuk suatu sekolah adalah anak – anak yang tinggal disekitar sekolah itu,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Insun Sangadji saat berbincang dengan Kampiun.co.id di ruang kerjanya kemarin.

Kadis mencontohkan, bila ada dua sekolah disuatu wilayah, diantara kedua itu salah satunya diperebutkan oleh calon siswa, maka akan diukur siapa yang rumahnya lebih dekat dengan sekolah itu.
Dalam PPDB itu, pihaknya menggunakan empat jalur yang harus di tempuh, masing-masing jalur zonasi, jalur afirmasi, jalaur prestasi dan perpindahan orang tua. Dimana presentasinya, untuk jalur zonasi kuotanya sebanyak 70 % sisanya ketiga jalur lainnya masing-masing 10 %.

“ Jadi kalau yang tidak masuk dengan jalur zonasi, bisa masuk dengan tiga jalur ini,” tuturnya.

Kadis memastikan pihaknya dalam pelaksanaan PPDB ini berlangsung sesuai mekanisme dan prosedur yang berlaku, dia juga meminta semua pihak untuk ikut memantau mengingat jumlah sekolah di Maluku cukup besar.

Kata Kadis, dalam pelaksanaan PPDB ini, sekolah tidak diperkenankan untuk melakukan tes terhadap calon siswa, sebab jika dilakukan tes maka roh atau subtansi dari Zonasi akan hilang, kalaupun ada yang masuk dari asal sekolah yang jaraknya jauh, kata Kadis pihaknya mengintruksikan untuk dilakukan pemeriksaan dari tiga jalur lain baik afirmasi, prestasi dan perpindahan orang tua.

“ Jadi Sekolah tidak pakai tes, semua berdasarkan jarak, “ terangnya.

Lanjutnya, PPDB dengan sistem jalur zonasi merupakan jalur penerimaan siswa berdasarkan zona tempat tinggal, sebagaimana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberlakukan jalur penerimaan ini dalam Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019.

Penggunaan sistem zonasi untuk penerimaan siswa baru merupakan salah satu jalur untuk bisa diterima di sekolah. Penerapan sistem zonasi sebenarnya menyasar siswa baru agar mendaftar sekolah sesuai tempat tinggal. Harapannya, sekolah favorit dan non-favorit tidak memiliki gap.

System ini mengungtungkan para siswa. Tidak jarang siswa yang rumahnya dekat dari sekolah justru mendapatkan sekolah dengan jarak jauh. Selain itu orang tua juga lebih mudah dalam memantau perkembangan anak serta kegiatan sekolahnya. (KB/L)

PPDB Sistem Zonasi, Dilihat dari Jarak Rumah, Siapa Lebih Dekat Boleh Sekolah

Berita Terkini

Silaturahim, Kajati Maluku yang Baru Temui Kapolda

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Undang Mugopal menggelar kunjungan silaturahim ke Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri.Pertemuan antara dua petinggi...

Berita Terkait