Pos Medis DD Hadirkan Layanan Kesehatan Maksimal Bagi Korban Banjir Bandang di Adonara Timur

Baca Juga

 

AMBON,KAMPIUN.CO.ID– Pasca banjir bandan melibas Desa Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu lalu (4/4/2021), banyak relawan mulai bondong-bondong datang ke sana untuk membantu masyarakat setempat. Meski kini masih hujan, tapi tak menyulutkan semangat mereka untuk menjalankan misi kemanusian mereka di sana.

Salah satu pihak yang turut menjalankan misi kemanusiannya di Adonara yakni Tim SAR Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa (DD).

Selain menyisir pencarian korban hilang, mereka ikut membantu para petugas dan relawan lainnya dalam  pembuatan jembatan darurat dengan peralatan seadanya. Sehingga memudahkan akses pendistribusian logistik maupun kebutuhan lainnya bagi warga yang terdampak banjir bandan.

“Kami mendirikan tiga titik dapur umum, dengan titik pertama di Kampus 1 MAN Waiwerang. Kamidi sini menyiapkan 300 nasi bungkus dan 200 Cup Bubur Kacang Hijau, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 179 jiwa,” ujar Sanadi, Penanggung Jawab Tim SAR DMC DD, seperti yang diterima Kampiun.co.id, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga :   Banjir Bandang Ancam Maluku, Gubernur Murad Ismail Minta Warga Waspada

Selain itu, kata dia, di lokasi yang berbeda yakni Pondok Wahidiyah Desa Waiwerang, pihaknya juga menyiapkan 62 paket konsumsi dengan jumlah penerima manfaat mencapai 32 jiwa.

“Pada titik terakhir yakni di Pos Pengungsian Kantor Desa Lamahala, kami menyiapkan 130 paket konsumsi dengan jumlah penerima manfaat mencapai 75 Jiwa,” katanya.

Dia mengatakan, di titik Pos Pengungsian Kampus 1 MAN Waiwerang terdapat Pos Medis dari  Layanan Kesehatan DMC DD.

“Hilir mudik para pengungsi yang membutuhkan penanganan medis hingga sore ini cukup banyak. Mayoritas para pengungsi mengalami luka-luka dan segera kami melakukan tindakan,” katanya.

Dia ungkap, para pengungsi mulai mengalami gejala flu, demam serta batuk.

“Pada pelayanan hari ini, terdapat 15 pasien yang terdiri dari 7 dewasa, 6 anak-anak dan 3 bayi, dengan peralatan dan stok obat-obatan yang kami bawa seadanya. Kami berharap layanan kesehatan ini bisa maksimal memberikan layanan medis bagi warga yang terdampak, ” ujar dr. Zainab Aqila, Penanggung Jawab Layanan Kesehatan di Adonara Timur.

Baca Juga :   Banjir Bandang Ancam Maluku, Gubernur Murad Ismail Minta Warga Waspada

Sejauh ini, kata dia, kebutuhan mendesak bagi para pengungsi yakni sembako, perlengkapan bayi, medis, hygiene kit dan matras. Sementara di lokasi yang berbeda akses jalan menuju Kecamatan Ile Ape Timur terputus, sehingga belum dapat diakses para relawan maupun petugas dalam mendistribusikan bantuan.

Data BNPB pukul 13.00 WIB, per 07 April 2020, dampak bencana banjir bandang telah mengakibatkan 138 Jiwa meninggal dunia, 61 Jiwa hilang, 129 jiwa luka-luka, 1.700 Kepala Keluarga (KK) atau 4.829 Jiwa terdampak dan 2.019 (KK) atau 13.266 Jiwa mengungsi.

Sementara kerugian material meliputi 688 unit rumah rusak berat, 272 unit rumah rusak sedang, 154 unit rumah rusak ringan, 60 unit rumah terendam, 1992 unit rumah terdampak, 87 unit fasum terdampak dan 24 unit fasum rusak berat. (DBA)

Baca Juga :   Banjir Bandang Mengintai, Kota Ambon Terancam Tenggelam?
Pos Medis DD Hadirkan Layanan Kesehatan Maksimal Bagi Korban Banjir Bandang di Adonara Timur

Berita Terkini

Pertamina Resmikan SPBU Kompak BBM Satu Harga di Kampung Baad Merauke

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebagai upaya untuk memberikan kemudahan akses masyarakat Kampung lokal Papua dalam mendapatkan energi yang berkualitas, PT Pertamina (Persero) dan...

Berita Terkait