Pelarangan Mudik, Berikut Penjelasan Sekda Maluku

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID– Pelarangan atau peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, yang tertuang dalam surat edaran Gubernur Maluku Nomor 451-52 tahun 2021, merupakan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di Provinsi Maluku.

Surat edaran tersebut berlaku mulai 6-17 Mei 2021, dan diperuntukan kepada semua masyarakat yang menggunakan transportasi darat, laut, dan udara. Baik lintas kabupaten/kota, provinsi maupun negara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Kasrul Selang menjelaskan, masyarakat yang hendak mudik menggunakan transportasi apapun dilarang, terkecuali jasa penerbangan antar kabupaten kota yang masih dipertimbangkan.

“Surat edaran ini berlaku bagi siapa saja, kecuali penerbangan antar kabupaten kota,” ungkap Kasrul saat jumpa pers, di Lantai VI Kantor Gubernur Maluku, Jumat (30/4/2021).

Kenapa dipertimbangkan, sambung dia, karena masih dalam satu provinsi. Selain itu, pegawai negeri yang melakukan perjalanan dinas diperbolehkan tetapi harus mendapat izin dari kepala dinas dan persetujuannya harus dikeluarkan bupati setempat.

“Itupun sangat ketat, sebab izin dari dinas terkait diterbitkan melalui Bupati atau Walikota,” terangnya

Sementara, kapal laut hanya dikecualikan bagi kendaraan yang melayani distribusi logistik, dan pelaku perjalanan berkeperluan mendesak untuk kepentingan non mudik, dalam hal ini perjalanan dinas.

“Yang sedang bertugas saja. Misalnya, pegawai perhubungan, kesehatan dan lainnya,” ujarnya. (KCI-3)

Baca Juga :   Tindaklanjut Surat Edaran Mendagri, Pemkot Ambon Larang ASN Mudik
Pelarangan Mudik, Berikut Penjelasan Sekda Maluku

Berita Terkini

Ribuan Kendaraan Terjebak Macet di Jalan Jenderal Sudirman

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kemacatan parah terjadi di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon, Rabu malam (12/5/2021).Kemacetan parah yang terjadi di malam takbiran...

Berita Terkait