Palsukan Identitas, Seorang WN Belanda Ditangkap Polisi di Ambon

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.XO.ID-Seorang warga negara asing asal Belanda George David Franciscus Makatita ditangkap aparat Polresta Pulau Ambon lantaran memalsukan identitas dan dokumen keimigrasian.

Warga negara asal Belanda ini masih ditahan di sel tahanan Polresta Ambon dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang mengatakan tersangka diketahui telah masuk ke Indonesia dan menetap di Kota Ambon sejak 2013 lalu.

” Dari data Imigrasi dia sudah masuk ke indonesia ejak 2013 dan tidak pernah keluar pasti sudah over stay karena sudah habis waktunya,” kata Leo kepada wartawan di Ambon, Rabu (7/4/2021).

Menurut Leo selama tinggal di Kota Ambon, David telah memalsukan identitasnya untuk mengurus administrasi kependudukan sebagai warga Kota Ambon.

“Dia tinggal di kecamatan Nusaniwe. Setelah sekian lama di sini (Ambon) dia menggunakan identitas palsu akhirnya dia mendapatkan KTP seolah-olah dia WNI padahal tidak,” ujarnya.

Adapun dokumen yang dipalsukan tersangka untuk mendapatkan KTP sebagai warga Ambon yakni dengan cara memalsukan kartu keluarga dan identitas.

“Identitas dipalsukan, kartu keluarga juga dipalsukan saat berurusan di Dukcalil Ambon,” ujarnya.

Selain memiliki KTP Kota Ambon, David juga pernah mengurus SIM di Polresta Pulau Ambon dan mengurus sejumlah dokumen lainnya.

Baca Juga :   Kencan Terakhir Berujung Tragis, Kakek Tua Bangka Asal Huamual Kejang-kejang Jemput Ajalnya di Atas Ranjang

“Dia gunakan identitas palsu untuk pembuatan administrasi seperi pembuatan SiM, datanya ada di kita. Kemungkinan yang lain mungkin untuk menikah nanti kita lihat lagi,” sebutnya.

Penangkapan terhadap David dilakukan pada pertengahan Maret 2021 lalu. Setelah ditangkap polisi kemudian menetapkannya sebagai tersangka pada 24 Maret.

“Sudah tersnagka, sekarang lagi tahap satu sudah koordinasi dengan jaksa untuk tahap dua,” ujarnya.

Pemyidik menjeret tersangka dengam Pasal 94 UU RI. Nomor 24 tahun 2013 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan dan atau Pasal 266 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tentang keterangan palsu.

Baca Juga :   Dikira Bangkai Hewan Ternyata Jasad Wanita Tanpa Busana, Danu dan Faisal Langsung Kabur

Terkait penangkapan David, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Maluku, Andi Nurka mengaku belum menerima informasi tersebut.

“Saya belum dapat informasinya dari kepolisian, nanti kita cek dulu,” ujarnya. (KPL).

Berita Terkini

Tarawih Pertama di Masjid Alfatah Ambon Dipadati Jamaah, Prokes Tetap Jalan

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Masjid Raya Alfatah Ambon menggelar shalat tarawih perdana menjelang 1 Ramadhan 1442 Hijriah, Senin malam (12/4/2021).Shalat tarawih perdana ini...

Berita Terkait