Nyolong Dana Desa, Dullah Divonis 3,6 Tahun Penjara

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kepala Desa Administrasi Fattolo, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, Abdullah Fefra alias Dullah divonis 3,6 tahun penjara oleh majelis hakim pengadilan negeri Ambon.

Dullah divonis bersalah dan dihukum pidana penjara lantaran terbukti menyalahgunakan dana desa Fattolo Tahun 2016.

Selain pidana kurungan badan, majelis hakim yang diketuai Jenny Tulak juga membebankan terdakwa denda sebesar Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan penjara.

“Menghukum terdakwa selama 3,6 tahun penjara dan mewajibkan terdakwa membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider dua bulan penjara,” kata majelis hakim saat membacakan amar putusannya, Selasa (20/4/2021).

Dalam sidang itu, majelis hakim juga membebankan terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 384 juta.

“Aapabila tidak dibayar dalam jangka satu bulan maka, seluruh harta benda disita untuk dilelang untuk negara. Kalau terdakwa tidak ada harta benda maka diganti dengan pidana tambahan selama 2,6 tahun,” tegas hakim.

Saat membacakan amar putusan, hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 junto Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001.

Atas putusan itu, terdakwa.dannkuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Baca Juga :   3 Tersangka Korupsi ADD Gale-Gale Diserahkan ke Jaksa

Putusan majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya meminta majelis hakim menghukum terdakwa selama 5 tahun penjara.

Untuk diketahui Dullah terseret kasus korupsi dan akhirnya dovonis penjara setelah menyelewengkan dana desa Fattolo Tahun 2016.

Terdakwa melakukan mark-up harga barang di lapangan dan juga melakukan pekerjaan fiktif.

Kegiatan mark-up yang dilakukan terdakwa, misalnya pada biaya-biaya makan, pekerjaan drainase, biaya rapat dan pembelian baju pemuda dan sepatu bola, pembelian bodi ketinting, serta sejumlah item kegiatan lain.

Baca Juga :   Banjir Rob Terjang Desa-desa di SBT, Ratusan Rumah Terendam

Perbuatan terdakwa itu tidak dapat dipertanggung jawabkan. Hasil audit BPKP Maluku perbuatan terdakwa merugikan uang negara sebesar Rp 300 juta. (KPL)

Nyolong Dana Desa, Dullah Divonis 3,6 Tahun Penjara

Berita Terkini

Anggap Kedes Meyano Langgar Aturan, Fatlolon : Tersangka Korupsi Malah Dipertahankan

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Pelajar asal Desa Meyano Das, Kecamatan Kormomolin, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Alfin Fatlolon, angkat bicara terkait proses...

Berita Terkait