Nama Masjid Raya kota Piru SBB “Nurul Yasin” Diambil Dari Nama Nabi bukan Nama Bupati

Baca Juga

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Masjid raya Nurul Yasin di kota Piru ibu kota Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kini sementara dalam proses pembangunannya, setelah digelar prosesi peletakan batu pertama oleh gubernur Maluku, Murad Ismail Jumat (9/10/2021)

Masjid yang dibangun diatas tanah seluas 1,5 hektare itu digadang berkapasitas menampung sekitar 1.500 jamaah dengan menelan anggaran Rp. 25 Miliyard.

Masjid Nurul Yasin dibangun sebagai saranan ibadah representatif bagi warga di kota Piru beragama islam menyusul meningkatnya penduduk Muslim di Kota tersebut dan sekitarnya.

Cikal bakal berdirinya Masjid Nurul Yasin di kota Piru di prakarsai sejumlah elemen dan organisasi muslim SBB diantaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, kelompok Remaja Masjid, Tokoh agama, dan Tokoh masyarakat SBB.

Inisiasi pembangunan masjid ini diwujudkan dengan kesepakatan bersama dengan terlebih dulu mendirikan sebuah yayasan islam yang diberi nama Nurul Yasin, yang kini resmi dipakai sebagai nama masjid raya di kota Piru itu.

” Sekitar tiga tahun yang lalu, saya bersama sejumlah elemen dan kelompok ormas islam di SBB serta tokoh masyarakat bersama menginisiasi untuk mendirikan masjid sebagai sarana ibadah kaum muslim representatif di ibu kota kabupaten SBB di Piru, ” kata Ketua Yayasan Nurul Yasin H. Mansur Tuharea, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kampiun.co.id Sabtu (10/04/2021).

Dalam keterangannya itu Tuharea mengatakan nama masjid raya di kota Piru diambil dari nama yayasan yang didirikan bersama sejumlah elemen dan ormas islam kabupaten SBB yaitu Nurul Yasin.

Nama Nurul Yasin tidak serta merta disebut sebagai nama yang diambil dari penggalan nama Bupati Seram Bagian Barat, M. Yasin Payapo yang memerintah pada periode 2017-2022 sebagaimana diklaim sebagian pihak.

Kata Tuharea, Nama Nurul Yasin yang dipakai sebagai nama masjid raya kota Piru diambil dari bahasa Alquran kitab suci kaum muslim.

Penggunaan nama Nurul Yasin secara terminologi Islam pada masjid raya kota Piru ini, kata Tuharea diambil dari bahasa Arab yang terdiri dari 2 suku kata, yaitu ; Nurul dan Yasin. Kata Nurul sendiri berasal dari kata Nur yang artinya Cahaya dan kata Al yang artinya Dari. Sedangkan kata Yasin, diambil dari salah satu surat yang berada dalam Al-Qur’an dan termasuk ayat-ayat Mutahasyabbihat.

Namun, telah disepakati oleh para Mufassirin atau Ulama ahli Tafsir, arti kata Yasin adalah Asma’ul Rasul atau nama-nama Rasulullah Muhammad Salallahu Alaihi Wasallam yang diuraikan oleh Allah Subhanahu Wata’ala dalam kitab suci Al Qur’an.

Sehingga, apabila digabungkan maka makna dari penamaan Masjid Agung Nurul Yasin artinya Cahaya Dari Rasulullah Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam. (KB/L)

Nama Masjid Raya kota Piru SBB "Nurul Yasin" Diambil Dari Nama Nabi bukan Nama Bupati

Berita Terkini

Ribuan Kendaraan Terjebak Macet di Jalan Jenderal Sudirman

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kemacatan parah terjadi di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon, Rabu malam (12/5/2021).Kemacetan parah yang terjadi di malam takbiran...

Berita Terkait