Komandan Brimob yang Meninggal Usai 5 Hari Divaksin Punya Riwayat Hipertensi

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kepolisian Daerah Maluku memastikan Iptu LT, komandan kompi batalyon A satuan Brimob Polda Maluku yang meninggal dunia setelah lima hari disuntik vaksin memiliki riwayat hipertensi.

“Jadi korban ini juga memiliki penyakit bawaan, korban punya riwayat hipertensi,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat kepada Kampiun.co.id, Senin (5/4/2021).

Roem mengatakan saat korbam mengikuti vaksinasi massal yang dilakukan Polda Maluku, korban tetap diberi vaksin karena saat itu tekanan darahnya di bawa 180.

“Dia tetap disuntik vaksin karena tekanan darahnya di bawa 180 saat itu, dan sesuai penjelasan dokter itu bisa dilakukan,” katanya.

Ia pun menegaskan berdasarkan hasil rekam medis, korban positif teepapar Covid-19. Sehingga dapat dipastikan penyeban kematian korban bukan karena vaksin tetapi karena Covid-19.

“Jadi penyebabnya itu Covid-19 itu sangat jelas sekali berdasarkan rekam medis, berdasarkan tes PCR,” katanya.

Dikonfirmasi secara teepisah Juru Bicata Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku, Doni Rerung membenarkan Iptu LT memiliki riwayat hipertensi.

“Bemar. Itu data dari kepala rumah sakit, kemarin saya telponan sama beliau dan beliau menjelaskan bahwa korban memiliki riwayat hipertensi,” katanya kepada via telepon seluler.

Baca Juga :   Polwan Polda Maluku Ziarah ke TMP Kapahaha

Disinggung mengapa korban dibolehkan menerima vaksin meski ada riwayat hipertensi, Doni mengaku
hal itu tidak masalah karena saat tekanan darah korban saat dites di bawah 180.

“Waktu divaksin tensinya 160 kalau tidak salah. Kalau sesuai ketentuan kan boleh divaksin kalau 180 keatas yang tidak boleh divaksin itu ketentuanmya dan petunjuk dari para ahli tekanan darah 180 ke bawah bisa divaksin,” ungkapnya.

Ia menambahkan pihaknya telah melaporkan kasus itu ke kementrian kesehatan untuk diteliti apakah korban meninggal murni karena Covid-19 atau juga karena ada pengaruh hipertensi.

Baca Juga :   Minta Dukungan Polisi, ASDP Indonesia Ferry Temui Kapolda Maluku

“Apakah murni Covid atau diperberat dengan komorbitnya saya ridak tahu tapi kalau mengarahkan ke vaksin yang saya tangkap vaksin itu sudah direkoemndasikan WHO dan para ahli untuk digunakan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, komandan kompi batalyon A Satuan brimob Polda Maluku Iptu LT meninggal dunia pada Minggu (4/4/2021).

Korban meninggal dunia setelah sempat mengalami sesak nafas pada Sabtu malam.

Sebelumnya, korban yang mengikuti vaksinasi massal di lapangan upacara Polda Maluki pada 30 Maret pekan lalu sempat mengalami meriang setelah disuntik vaksin AstraZeneca. (KCL)

Komandan Brimob yang Meninggal Usai 5 Hari Divaksin Punya Riwayat Hipertensi

Berita Terkini

Pertamina Resmikan SPBU Kompak BBM Satu Harga di Kampung Baad Merauke

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebagai upaya untuk memberikan kemudahan akses masyarakat Kampung lokal Papua dalam mendapatkan energi yang berkualitas, PT Pertamina (Persero) dan...

Berita Terkait