Kisah Rukiani, tak Mampu Menahan Tangis Melihat Rumahnya yang Tinggal Puing

Baca Juga

AMBON, KAMPIUN.CO.ID –Nenek Rukiani (56) warga Dusun Pulau Kasawari, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Maluku tak mampu menahan tangs tatkala ia menyaksikan rumahnya yang tinggal puing-puing.

Rumah nenek Rukiani yang berada tepat di tepian pantai dusun itu, ikut dilalap sijago merah dalam peristiwa kebakaran hebat yang terjadi di dusun itu pada Jumat (03/04/2021) malam kala itu.

Semenjak peristiwa itu, nenek Rukiani diketahui mengalami syok berat dan kerap menangis histeris bila melihat bekas rumahnya yang kini tersisal puing-puing.

“ Setiap antua lia akang rumah itu, antua sumanangis histeris sampe katong subale kasihan antua lai,” ujar Yuyun, warga dusun Kaswari khas dialog Ambonnya kepada Kampiun.co.id Senin (5/04/2021).

Kata Yuyun melihat kondisi sang nenek yang terus histeris, pihak keluarga akhirnya mengambil inisiatif dengan mengevakuasi sang nenek ke desa seberang jauh dari kampong.

“ Sementara ini dong ada bawa antua di Desa Kawa tinggal deng dia punya ana mantu,” tuturnya dalam dialeg Ambonnya itu.

Yuyun menuturkan, tidak ada barang berharga milik nenek Rukiani yang bisa diselamatkan dalam peristiwa kebakaran itu, sang nenek yang sudah berusia 56 tahun itu hanya bisa menyelamatkan diri dengan pakaian di badan begitu api merambah rumahnya.

Baca Juga :   Bantah Terima Uang di KLB Partai Demokrat, Markus Pentury: Kalau Uang Kopi Wajarlah

Yuyun menyebutkan peristiwa kebakaran itu bermula dari percikan api yang berasal dari salah satu rumah warga, tiba-tiba saja api terlihat membesar dan melalap rumah disekitarnya dengan cepat.

“ Awalnya katong (kita) lihat api itu kecil, tapi tiba-tiba api membeser bagitu cepat, belum tau apa penyebabnya, “ ujar Yuyun yang ikut menyaksikan peristiwa tersebut.

Kata dia, Warga setempat baru mengetahui kejadian tersebut setelah api mulai membesar dan sudah menghanguskan atap sebuah rumah, warga pun dengan peralatan seadanya berusaha untuk memadamkan api, namun karena besarnya kobaran api warga tak mampu memdamkan api itu hingga menghanguskan sejumlah rumah.

Baca Juga :   Berburu Kusu di Taman Manusela, 2 Warga Waipia Ditangkap, Senapan dan Peluru Ikut Disita

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kerugian materil dari peristiwa kebakaran itu bisa ditaksir sekitar ratusan juta rupiah.

Sementara ini sejumlah warga yang menjadi korban kebakaran itu terpaksa mengungsi dengan mendirikan kamp pengungsian berupa tenda di pinggir lokasi kebakaran. Paska kejadian hingga saat ini belum ada perhatian langsung dari pemerintah daerah setempat.

“ Mereka berharap pemerintah bisa melihat mereka dengan menyalurkan sejumlah bantuan untuk meringankan beban hidup mereka, “ terang Yuyun penuh harap. (KB/L)

Berita Terkini

Jaga Kamtibmas di Bulan Ramadhan, Polsek Leihitu Razia Miras dan Masker

 AMBON,KAMPIUN.CO.ID- Menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta menciptakan suasana kondusif di bulan Ramadhan, Polisi Sektor (Polsek) Leihitu...

Berita Terkait