Kisah Nurdin Pedagang Pakaian Bekas Pasar Mardika, Punya Langganan Seluruh Indonesia Bahkan Malaysia

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID- Kondisi pandemi Covid-19 yang telah masuk tahun kedua ini, dirasakan sangat berdampak kepada para pedagang kecil, salah satunya penjual pakaian bekas atau yang sering di kenal ‘Cakbor’. hal ini memaksa pedagang untuk bisa memutar otak guna mencari solusi agar terhindar dari kerugian dan tetap bertahan hidup.

Salah seorang pedagang pakaian bekas (CB), Nurdin Aliansyaputra dikawasan pasar mardika Ambon mengaku, diawal masa pandemi Covid-19 dia sangat merasa kesulitan karena tidak ada pemasukan dari penjualan barang dagangannya

” Wah saat itu memang paling sulit untuk dapat pemasukan, mana harga sewa lapak tetap dibayar, dari situlah saya dan empat saudara saya berpikir untuk berjualan lewat live facebook saja dan Alhamdulillah penjualan semaikin bagus, banyak sekali pemesan di seluruh indonesia bahkan dari malaysia pun ada”, ujar Nurdin saat ditemui Kampiun.co.id, Rabu (28/04/2021).

Dia juga mengatakan berjualan dengan facebook live sangat membantu dirinya untuk menjangkau para konsumen yang tidak bisa datang secara langsung karena covid-19 atau berada diluar Ambon. Mereka hanya cukup menonton di akun facebook saya lalu memesan barang apa saja yang mereka suka, hanya dengan mencantumkan Jenis pakaian dan nomor telepon maka kita akan menghibunginya untuk proses transaksi pengiriman barang

Nurdin mengaku banyak orang yang meminati pakaian bekasnya karena memiliki brand ternama seperti uniqlo, supreme,adidas, nike dan pakaian bermerek lainnya

“Pakaian yang paling diburu dengan harga tinggi itu kaos band lawas tapi Bermerek seperti Nirvana, Guns’n roses, Qween, Skidrow juga Chicago Bulls Biasanya konsumen sudah pesan duluan lewat japri, kalau ada barang baru dibuka, mereka meminta pakaian yang bermerek itu untuk disimpan supaya tidak diambil orang lain”, kata dia

Nurdin mengaku sudah mengirim barang pesanan konsumen ke seluruh indonesia, bahkan ada langganan dari malaysia

” kebamyakan konsumen saya bukan orang Ambon tapi dari luar Maluku, mereka berburu sampai ke ambon karena memang barangnya bagus, malah saya beberapa kali lakukan pengiriman ke Malaysia” ungkap dia

Untuk harganya, Nurdin mematok harga yang dijual berfariasi tergantung jenis dan merek, berkisar mulai Rp. 80.000 sampai 2.000.000

” masalah harga memang beda-beda tergantung barangnya juga, kalau barang original dan bermerek maka harga jualnya juga cukup mahal, contoh brand supreme yang original itu harga barunya bisa jutaan, kalau di kami cukup dua ratusan ribu sudah bisa dapat”, ujar Nurdin

Pakaian bekas ini diperoleh dari Korea, Jepang dan singapura lalu ditampung di Jakarta setelah itu baru menuju Ambon

“Pakaian bekas atau orang ambon sebut dengan cakbor ini rata-rata diambil dari Korea, Jepang dan Singapura menuju Jakarta, setelah itu baru kami ambil dari bos Jakarta untuk ke ambon”, ungkapnya

Dia menambahkan, untuk saat ini pakayan bekas miliknya tidak hanya diminati oleh kalangan bawah akan tetapi oleh kalangan menengah keatas, sehingga pandangan bahwa pakaian bekas itu punya nilai rendah adalah salah.

” Jangan kira orang yang datang belanja disini hanya kalangan bawah saja, yang jadi langganan saya mulai dari pejabat perhubungan sampai perwira TNI sering belanja di sini karena barang saya berkualitas”, tutupnya

Selain menjual pakaian bekas, lapak Nurdin juga menyediakan tas, sepatu, jas dan topi berbagai jenis. (KCL)

Kisah Nurdin Pedagang Pakaian Bekas Pasar Mardika, Punya Langganan Seluruh Indonesia Bahkan Malaysia

Berita Terkini

Silaturahim, Kajati Maluku yang Baru Temui Kapolda

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Undang Mugopal menggelar kunjungan silaturahim ke Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri.Pertemuan antara dua petinggi...

Berita Terkait