Khawatir Berdampak Buruk, Pemerhati Lingkungan Minta Pemda Kendalikan Lokasi Tambang di Tamilouw

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID– Meski proses penambangan emas di pesisir Pantai Pohon Batu, Negeri Tamilouw, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, masih dalam kondisi wajar, namun Pemerintah Daerah (Pemda) harus secepatnya mengendalikan areal setempat.

Pemerhati Lingkungan sekaligus Guru Besar Managemen dan Perencanaan Hutan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Prof. Dr Agustinus Kastanya menegaskan, Pemda harus mengambil langkah sedini mungkin, sebelum areal tambang tersebut berdampak merugikan orang banyak.

“Saya kira, pemerintah harus segera mengendalikan lokasi emas di Negeri Tamilouw. Artinya antisipasi sedini mungkin oleh pihak-pihak terkait harus diambil,” ujar Kastanya kepada Kampiun.co.id, kemarin.

Dia mengatakan, masyarakat telah menemukan lokasi tambang emas, dan yang ditakuti jika mereka tidak perdayakannya dengan baik, akan berdampak merusak lingkungan sekitar.

“Yang lebih dikhawatirkan jika masyarakat juga ikut menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya. Karena itu baru, ada baiknya pemerintah dalam hal ini Dinas PLH, juga ESDM melihat itu dengan cepat, dan bagaimana langkah-langkah untuk mengatur pengelolaan,” pinta Kastanya.

Menurut dia, sebaikanya jangan dilakukan pertambangan di Pulau-Pulau Kecil, karena daya rusaknya terlalu besar. Apalagi dengan perubahan daya iklim, seperti kenaikan permukaan laut, kemudian pemanasan global dan lain-lain.

“Hampir seluruh negara tidak bisa mengendalikannya. Karena itu segala aktivitas yang berdampak merusak lingkungan harus dikendalikan secara sistematis,” ajaknya.

Baca Juga :   Warga Lepas Police Line di Lokasi Tambang Emas

Dia juga mengatakan, pemerintah harus bisa melihat semua sumber-sumber kerusakan untuk diantisipasi, termasuk Covid-19.

“Covid-19 itu terjadi karena kerusakan lingkungan. Karena itu hal-hal menyangkut pertambangan ini mesti betul-betul dijaga. Artinya kalau kita betul-betul ingin mengendalikan pembangunan yang baik, maka jangan ada pertambangan di Pulau-Pulau Kecil,” jelasnya.

Terkait areal tambang di pesisir pantai juga, sambung Kastanya, akan merusak ekosistem laut (biota-biota). Pantai pasti rusak, kemudian kenaikan permukaan air laut. Bisa jadi, ada badai-badai yang berdampak abrasi besar.

Baca Juga :   Tak Peduli Larangan, Warga Kembali Lepas Police Line di Lokasi Tambang Emas Tamilouw

“Di laut itu kan ada ikan dan lain-lain. Tapi kalau rusak, masyarakat juga akan sengsara,” katanya.

Dia menambahkan, emas tidak selamanya membawa kesejahteraan bagi kehidupan masyarakat.

Kan kalau kita hitung-hitung ekonomis, tidak terlalu menguntungkan juga to!. Kita dapat emas, tapi kalau dampaknya buruk, kan yang rugi juga kita,” pungkasnya. (DBA)

Berita Terkini

Tarawih Pertama di Masjid Alfatah Ambon Dipadati Jamaah, Prokes Tetap Jalan

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Masjid Raya Alfatah Ambon menggelar shalat tarawih perdana menjelang 1 Ramadhan 1442 Hijriah, Senin malam (12/4/2021).Shalat tarawih perdana ini...

Berita Terkait