Kendati Mendapat Penolakan, Indomaret Tetap Lakukan Ekspansi Bisnisnya di SBB, Langkah ini yang Diambil

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID – Melalui Kepala Bagian Ekonomi Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Azis Sillouw menyebut Pemerintah Daerah setempat menyampaikan sikap tegas menolak kehadiran salah satu perusahan retailer terbesar di Indonesia, indomaret karena mengancam ekonomi masyarakat di daerah itu.

Meski informasi yang diperoleh masih sebatas kabar angin, rencana masuknya Indomaret di daerah itu dipastikan pemerintah daerah dalam hal ini Bupati SBB tidak akan memberi izin.

“ Saya sudah mengkonfirmasi langsung ke Bapak Bupati soal ini. Beliau mengatakan tidak akan pernah mengizinkan perusahan itu masuk ke SBB, ” jelas Sillouw kepada Kampiun.co.id saat diminta konfirmasinya, Kamis (22/04/2021).

Sillouw mengaku memperoleh informasi masuknya Indomaret di daerah bertajuk Saka Mese Nusa itu tidak saja melalui postingan pengguna facebook di media social, namun pihaknya juga memperoleh informasi itu juga langsung dari masyarakat di Piru Ibu kota Kabupaten SBB.

Dimana dari informasi yang berhasil dihimpun dari masyarakat disebutkan banyak dari warga di daerah itu terutama warga pemilik lahan ternyata sudah melakukan transaksi jual beli lahan dengan pihak Indomaret.

Mengenai benar tidaknya isu tersebut, kata Sillouw pihaknya sudah mendapatkan informasi langsung terkait masuknya Indomaret di Piru tersebut bukan melalui Pemda SBB tetapi pemilik-pemilik lahan yang bersedia melakukan kontrak dengan pihak Indomaret.

Langkah ini ditenggarai diambil pihak Indomaret untuk melakukan ekspansi bisnisnya di daerah itu setelah mengetahui keberadaanya mendapat penolakan dari pemerintah daerah setempat.

“ Saya baru mendapatkan informasi di Piru bahwa setelah gagal mendapat izin dari Bupati, sepertinya mereka mencari jalan lain dengan menemui pemilik-pemilik lahan di Piru kemudian melakukan kontrak dengan mereka,” ungkap Sillouw.

Meski demikian, lanjut dia Pemerintah Kabupaten SBB tidak pernah mengizinkan bahkan menolak masuknya Indomaret ke Kabupaten SBB dengan alasan tadi. Itu artinya masuknya Indomaret ke SBB itu ilegal.

“ Kami akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menolak perusahan tersebut untuk tidak beroperasi di Kabupaten SBB, ” tegas Azis.

Kata dia, saat ini Pemda SBB sementara merencanakan pendirian minimarket milik daerah melalui BUMD, PT Saka Mese Nusa Utama dimana salah satu rencana bisnis yang sudah disetujui Kemendagri.

“ Justru saat ini kami lagi fokus untuk membangun BUMD untuk memulai usahanya. Salah satu rencana bisnis yang sudah disetujui oleh Kemendagri ya usaha minimarket itu. Supaya belanja daerah dan perputaran uang di daerah tidak lari keluar dari daerah ini. Tentunya minimarket dari BUMD akan lebih berbasis masyarakat dan mendukung ekonomi masyarakat ” Jelasnya.(K-B)

Kendati Mendapat Penolakan, Indomaret Tetap Lakukan Ekspansi Bisnisnya di SBB, Langkah ini yang Diambil

Berita Terkini

Ambon Keluar Dari Zona Merah, Satgas: Pasien Sembuh Meningkat

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kota Ambon, Provinsi Maluku kembali keluar dari zona merah atau risiko penyebaran Covid-19.Ambon kembali ke zona oranye dengan mengantongi...

Berita Terkait