Dana BBM Senilai Rp 9 Miliar di Dinas Lingkungan Hidup Raib, Siapa Otaknya?

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kasus dugaan korupsi anggaran BBM di Dinas Lingkungan Hidup dan Per­sampahan (DLHP) Kota Ambon tahun 2019 senilai Rp 9 miliar kini tengah ditangani Kejaksaan Negeri Ambon.

Sejauh ini sudah lebih dari 30 saksi yang telah dimintai keterangan terkait kasus tersebut.

Kepala DLHP Kota Ambon, Lucia Isaac termasuk salah satu dari puluhan saksi yang dimintai keterangannya terkait kasus tersebut.

Tapi siapa yang menjadi otak dibalik penyelewengan anggaran miliaran rupiah itu belum juga terungkap.

Kejari.Ambon memastikan kasus itu kini telah naik status ke penyidikan dan dalam tempo singkat sudah ada orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Jadi Ada indikasi dugaan penyimpa­ngan penggunaan anggaran BBM tahun 2019-2020. Kasus ini kini sudah di­tingkatkan ke penyidikan,” kata Kajari Ambon, Dian Frits Nalle kepada wartawan kemarin.

Dia menjelaskan khusus untuk anggaran BBM tahun 2019 senilai Rp 9 miliar yang diduga fiktif, sedangkan untuk tahun 2020 masih terus diusut oleh tim penyidik.

Tim penyidik Kejari Ambon menemukan anggaran BBM tahun 2019 sebesar Rp 9 miliar fiktif, se­mentara tahun 2020 masih dilaku­kan pengumpulan data untuk memastikan total kerugian negara.

Kasie Intel Kejari Ambon Jino Talakua
yang dikonfirmasi teelisah mengaku pihaknya saat ini sedang mempersiapkan penerbitan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) atas kasus tersebut.

Baca Juga :   Raja Haruku Diperiksa Jaksa Soal ADD, Dalam Tempo Singkat akan Ada Tersangka

Menurutnya SPDP disiapkan setelah penyelidikan kasus tersebut naik ke tahap penyidikan pasca gelar perkara yang dilakukan pada Selasa (13/4/2021) dua hari lalu.

Dengan segera dikeluarkannya SPDP kasus tersebut maka sebentar lagi akan ada penetapan tersangka dalam kasus tersebut.

Menurut Jino penerbitan SPDP juga dilakukan agar BPKP dapat melakukan audit kerugian negara dalam kasus itu.

“Tak lama lagi (SPDP) segera keluar, setelah itu kita akan periksa kembali saksi-saksi,” ujarnya.

Baca Juga :   Gaji Tenaga Honorer RSUD Piru Disunat, Dasar Muka Pencuri!

Untuk diketahui selain kepala DLHP, dari 30-an saksi yang telah dimintai keterangan, terdapat juga Kabid Persampahan, Frang­ky Mahulette dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yani Talabessy.

Kejari Ambon sendiri memastikan akan kembali memanggil Lucia Isaac untuk dimintai keterangannya.

Namun soal kapan waktu pemamggilan dilakukan, Jino enggan memeberkannya.

“Yang jelas akan kembali dipanggil untuk dimintai keterangnya,” ujarnya. (KPI)

Dana BBM Senilai Rp 9 Miliar di Dinas Lingkungan Hidup Raib, Siapa Otaknya?

Berita Terkini

Ribuan Kendaraan Terjebak Macet di Jalan Jenderal Sudirman

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kemacatan parah terjadi di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon, Rabu malam (12/5/2021).Kemacetan parah yang terjadi di malam takbiran...

Berita Terkait