Bahlil: Kampus Jangan Jadi Beban Negara Karena Hasilkan Pengangguran Intelektual Baru, Mahasiswa Harus Berfikir Enterpreneurship

Baca Juga

AMBON, KAMPIUN.CO.ID – Menjadi tannggungjawab besar bagi perguruan tinggi (kampus) adalah menghasilkan lulusan yang produktif berdaya saing dan dapat ciptakan lapang kerja sendiri. Dengan demikian kampus ikut membantu Negara mengentaskan angka pengangguran yang kian tinggi.

“ Kampus ini jangan jadi beban Negara karena hasilkan pengangguran intelektual baru, mahasiswa harus mulai sekarang berfikir entrepreneurship, “ demikian hal ini disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rebublik Indonesia Bahlil Lahadalia kepada mahasiswa saat memberikan kuliah umum di kampus Sekolah Tinggi Perikanan dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STP dan STKIP) Hatta Sahrir-Banda Naira, Malteng, Kamis (1/04/2021) sore.

Di kampus itu, pejabat setingkat menteri ini mengajak mahasiwa berfikir untuk menjadi Entrepreneurship. Sebab menjadi seorang pengusaha bukanlah hal yang mustahil, sebagaimana harapan sebagian besar mahasiswa yang ketika lulus berharap ingin jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“ Kalau cita-citamu ingin jadi PNS mendingan berhenti saja kuliah,” ujar Bahlil.

Dalam pemaparannya mantan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) periode 2015-2019 itu, mengatakan bahwa saat ini terdapat tujuh juta pengangguran di rebublik ini, sebanyak 2,9 juta angkatan kerja yang siap menerima lapangan pekerjaan, dan terdapat 6 juta karyawan yang terkena PHK akibat Covid-19, kemudian ada 16 juta orang Indonesia butuh lapangan pekerjaan.

Melihat trend angka pengangguran kian tinggi itu, putra Banda ini mengharapkan agar kampus STP dan STKIP Hatta Sahrir-Banda Naira ikut berkontribusi dengan menhghasilkan mahasiswa yang ketika lulus bisa mandiri dengan kemampuan dan ilmu pengetahuan yang di dapat dari perguruan tinggi ini.

Kata Bahlil perguruan tinggi Banda ini diharapkan tidak dalam posisi berfikir untuk menciptakan pengangguran-penganguran itelektual baru, sebab jiika demikian maka kampus ini menjadi beban terhadap negara.

“ Solusinya adalah mulai sekarang mahasiswa berfikir menjadi entrepreneurship, menjadi pengusaha, memberikan lowongan pekerjaan kepada orang, bukan melamar pekerjaan. Sebab seorang mahasiswa yang hebat itu bagaimana ia mampu menpengaruhi pikiran orang lain untuk mengikuti pikirannya, bukan mengikuti pikiran orang lain untuk menipu,” kata Bahlil.

Lebih lanjut dalam ulasannya itu Bahlil juga menyinggung soal ekonimi. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional sumbangsi terbesarnya adalah 60% konsumsi. Kalau bicara konsumsi itu bicara daya beli masyarakat, bicara kepastian pendapatan, dan bicara lapangan pekerjaan. Dan tidak mungkin semua mahasiswa lulusan S1 jadi ASN. Karena itu, berfikir untuk menjadi pengusaha lalu buka lapangan pekerjaan.

“Modal itu sekarang adalah cara berfikir, bangun ide, bikin jaringan, dan cari investor, itu baru hebat,” ujar Bahlil.

Putra Banda itu berpesan kepada mahasiswa, untuk tidak minder bersekolah di kampus ini (STKIP dan STP Hatta-Sjarir), karena perguruan tinggi tidak pernah menjamin kualitas seorang mahasiswa. Yang menjamin kualitas mahasiswa itu adalah mahasiswa sendiri.

Untuk memotivasi mahasiswa, ia lalu mencontohkan dirinya yang dulu kuliah di salah satu kampus swasta di Jayapura, yang boleh dibilang tidak terkenal, tetapi kini ia bisa membawahi deputi-deputi yang lulusannya adalah dari kampus ternama di luar negeri. (KB/L)

Berita Terkini

Tarawih Pertama di Masjid Alfatah Ambon Dipadati Jamaah, Prokes Tetap Jalan

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Masjid Raya Alfatah Ambon menggelar shalat tarawih perdana menjelang 1 Ramadhan 1442 Hijriah, Senin malam (12/4/2021).Shalat tarawih perdana ini...

Berita Terkait