Bahas Penerimaan Anggota Polri yang Betah, Akhmad Qadar Ginting: Dari Dulu Kita Sudah Terapkan Itu

Baca Juga

 

AMBON,KAMPIUN.CO.ID– Kepolisian Daerah (Polda) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku, bahas sistem pengewasan eskternal menciptakan upaya penerimaan anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis atau Betah.

Ihwal ini dibahas dalam dialog yang digelar Polda Maluku di Kantor RRI Stasiun Ambon, Selasa (6/4/2021). Dialog menghadirkan, AKBP Akhmad Qadar Ginting, mewakili Kepala Biro SDM Polda, KONI Provinsi Maluku, J Haumasse, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Husen dan Kepala Dinas Dukcapil Kota Ambon Selly Haurissa.

Akhmad Qadar menyampaikan, sejak lama Polda Maluku sudah mengedepankan prinsip Betah dalam penerimaan anggota Polri, baik kepada panitia penerimaan maupun peserta seleksi.

“Jauh hari Polda Maluku sudah mengedepankan prinsip itu kepada para peserta yang akan mendaftar hingga proses perengkingan hasil seleksi,” katanya.

Penerapan prinsip Betah dapat dibuktikan dengan hasil seleksi dilaksanakan. Bahkan hasilnya terbuka untuk siapapun.

“Setiap peserta yang akan mendaftarkan diri sebagai anggota Polri wajib memenuhi persyaratan umum. Untuk penerimaan anggota Polri yang bertugas pada bidang khusus akan menyesuaikan dengan persyaratan khusus,” terangnya.

Baca Juga :   Polda Maluku Pantau Kelompok Radikal Pascateror Bom di Makassar

Polda Maluku juga, kata dia, melibatkan pihak eksternal dalam pelaksanaan seleksi anggota Polri. Pelibatan pihak eksternal di antaranya Dinas Kependudukan Kota Ambon, Koni Maluku dan pihak Dinas Pendidikan Kota Ambon.

“Untuk Polres jajaran sendiri, para pendaftar dapat mendaftarkan diri ke Polres terdekat sehingga data dan administrasinya dapat diakomodir dan diseleksi oleh panitia,” jelasnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Husein menyampaikan, pihaknya selama ini selalu bekerja sama dengan Polda Maluku. Ini terkait masalah keabsahan ijazah yang digunakan untuk mengikuti seleksi anggota Polri.

“Hal ini dimaksudkan agar para calon yang mendaftar memang benar memiliki ijazah yang asli dan sah,” terangnya.

Baca Juga :   6 Bulan Bertugas di Sarang KKB, 100 Personel Brimob Maluku Akhirnya Ditarik ke Barak

Husein mengaku, selama proses penerimaan anggota Polri yang dilakukan Polda Maluku, hampir tidak ditemukan kasus ijazah palsu pada saat pendaftar calon.

“Hampir tidak ada, yang terjadi hanyalah salah penulisan nama pada ijazah tersebut. Persoalan yang ditemukan itu langsung diselesaikan,” katanya.

J Haumasse dari Koni Maluku mengatakan, setiap tahun pihaknya selalu dilibatkan Polda Maluku dalam pelaksanaan seleksi anggota Polri, khususnya di bidang Kesamaptaan.

Selain sebagai pengawas, pihaknya juga ikut memberikan saran masukan terkait standar fisik dan kemampuan yang ideal bagi para calon yang akan masuk polisi.

Haumase meminta setiap calon yang akan mendaftarkan diri sebagai anggota Polri, agar menyiapkan dan menjaga fisiknya.

“Hindari merokok dan minuman keras, karna hal tersebut dapat merusak kesehatan,” pintanya.

Senada Selly Haurissa menyebut, pihaknya juga selama ini selalu dilibatkan Polda Maluku dalam seleksi anggota Polri. Hubungan kerja sama yang baik tersebut, kata dia, sudah berjalan cukup lama.

Baca Juga :   Ada Bom Bunuh Diri di Makassar, Polda Maluku Tingkatkan Pengamanan

“Kami selalu dilibatkan untuk menyeleksi administrasi para calon pendaftar yang ingin masuk polisi,” terangnya. (DBA)

Berita Terkini

Tarawih Pertama di Masjid Alfatah Ambon Dipadati Jamaah, Prokes Tetap Jalan

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Masjid Raya Alfatah Ambon menggelar shalat tarawih perdana menjelang 1 Ramadhan 1442 Hijriah, Senin malam (12/4/2021).Shalat tarawih perdana ini...

Berita Terkait