Tolak Siswa Berjilbab, SMP Citra Kasih Dinilai Tidak Pancasilais

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kasus diskriminasi terhadap seorang siswa berjilbab saat mendaftar masuk di SMP Citra Kasih, di kawasan Citraland Ambon terus menuai tanggapan dan kritik dari berbagai pihak.

Salah satu pemerhati pendidikan di Maluku
Syawal, MPd menilai kebijakan sekolah menolak siswa yang mengenakan jilbab sama sekali tidak menjunjung tinggi asas perbedaan yang tersirat dalam bhineka tunggal ika.

Perlakuan diskriminasi oleh sekolah terhadap siswa berjilban juga dinilai bertentangan dengan semangat pluralitas dan nilai toleransi.

“Menjadi masalah bila sekolah memiliki kebijakan tertentu yang tidak menjunjung tinggi bhineka tunggal ika, pluralitas dan toleransi, ” ujar Syawal saat berbincang dengan Kampiun.co.id, Senin (29/03/21).

Dikatakan, nilai-nilai kebhinekaan yang terjewantahkan dalam sikap pluralisme dan toleransi menjadi modal sosial masyarakat Maluku selama ini dalam membangun relasi sosial.

Nilai kebhinekaan yang bermuara pada penghormatan terhadap perbedaan juga termanifestasi dalam pancasila yang menjadi palsafa hidup bangsa.

Menurut Syawal mestinya setiap lembaga pendidikan mengacu pada bentuk relasi sosial sehingga tidak ada kesan sekolah membatasi orang lain untuk mendapatkan pendidikan.

“Jangan membatasi generasi bangsa untuk mendapatkan hak memperoleh pendidikan hanya karena karena ada siswa yang memakai simbol keyakinan agama tertentu (jilbab), ” terangnya.

Baca Juga :   Sekolah Citra Kasih Wajibkan Anaknya Lepas Jilbab, Orangtua: Saya Sedih, Tidak Ada Lagi Toleransi

Menurutnya, bentuk penolakan siswa lantaran mengenakan jilbab tidak hanya dinilai menanggalkan toleransi, kebijakan tersebut juga bertentangan dengan amanat undang-undang sebagaimana dijelaskan dalam pasal Pasal 31 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, yaitu “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

“Saya kira Lembaga pendikan dapat memahami ini. Bila hal ini terus terjadi maka kiranya sekolah dapat membuka diri sebab Maluku berbeda dengan daerah lain soal toleransi di Indonesia, ” jelasnya.

Terkait persoalan ini, ia meminta Pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Ambon agar mengevaluasi sekolah tersebut.

Baca Juga :   Orangtua BP: Sekolah Mau Menerima Anak Saya Tapi Syaratnya Harus Lepas Jilbab

“Dan pihak berwajib dapat mengkonfirmasi pihak sekolah sehingga jangan sampai ada hal-hal yg tidak di inginkan, ” pintanya menutup perbincangan.

Penolakan siswa berjilbab diduga dilakukan SMP Citra Kasih, salah satu sekolah di Kota Ambon, Maluku.

Sebelumnya diberitakan tindakan diskriminasif dialami PB (12), salah seorang calon siswa baru saat mendaftar di SMP Citra Kaaih sepekan yang lalu.

PB ditolak di SMP Citra Kasih hanya lantaran dia mengenakan jilbab.

Menurut orang tua PB, Chiselvia Hatala, pihak sekolah tidak mau menerima ada siswa yang mengenakan jilbab, karena pihak sekolah tidak mau ada perbedaan.

Chiselfia mengaku sedih dan kecewa karena putrinya itu juga alumni di sekolah dasar yang masih satu yayasan dengan SMP Citra Kasih. (KB/L)

Tolak Siswa Berjilbab, SMP Citra Kasih Dinilai Tidak Pancasilais

Berita Terkini

Pertamina Resmikan SPBU Kompak BBM Satu Harga di Kampung Baad Merauke

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Sebagai upaya untuk memberikan kemudahan akses masyarakat Kampung lokal Papua dalam mendapatkan energi yang berkualitas, PT Pertamina (Persero) dan...

Berita Terkait