Ketua DPD IMM Maluku: Menolak Siswa Berjilbab Sama Halnya Menanggalkan Toleransi

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID- Penolakan siswa berjilbab yang diduga dilakukan SMP Citra Kasih, salah satu sekolah di Kota Ambon, Maluku, kini menjadi perhatian serius oleh berbagai pihak, termasuk DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku.

Ketua DPD IMM Maluku, Aisya Fatsey menyebut, tindakan penolakan yang dilakukan oleh sekolah tersebut sangat memprihatinkan dunia pendidikan di Maluku.

“Ini sangat memprihatinkan. Artinya jika sekolah itu adalah sekolah umum, maka sangat tidak wajar tindakan itu dilakukan oleh pihak terkait,” kata Aisya saat dihubungi Kampiun.co.id, Sabtu malam (27/3/2021).

Dia mengatakan, kalaupun sekolah itu sifatnya khusus, pihak sekolah juga tidak bisa mengambil tindakan diskriminasi seperti itu. Karena tindakan itu telah membatasi warganya untuk mendapat pendidikan.

“Kalau memang sekolah itu punya aturan sendiri maka boleh-boleh saja, tapi tidak lantas membatasi siswa atau setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Prinsipnya diskriminasi tidak diperbolehkan,” katanya tegas.

Dia mengatakan, DPD IMM ingin semua anak di Maluku mendapat pendidikan yang layak, dan tidak boleh ada petak-petak. Artinya, nilai-nilai toleransi harus dijunjung tinggi, apalagi Maluku adalah salah satu daerah yang sangat menjunjung tinggi pluralisme atau kemajemukan.

“Menolak siswa yang menggunakan jilbab, sama halnya dengan menanggalkan toleransi. Maluku adalah daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai tolernasi, sehingga tindakan itu tidak dibenarkan oleh siapapun,” pungkasnya. (DBA)

Baca Juga :   Heboh Emas di Tamilouw, Wakil Bupati Malteng: Sekda dan Kadis LH Sudah ke Lokasi

Berita Terkini

Jaga Kamtibmas di Bulan Ramadhan, Polsek Leihitu Razia Miras dan Masker

 AMBON,KAMPIUN.CO.ID- Menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta menciptakan suasana kondusif di bulan Ramadhan, Polisi Sektor (Polsek) Leihitu...

Berita Terkait