Kasus Larangan Siswa Berjilbab, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Ambon

Baca Juga

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Wakil Wali Kota Ambon Syarif Hadler angkat bicara soal kasus dugaan diskriminasi yang terjadi di SMP Citra Kasih Ambon.

Syarif mengatakan terkait dengan kejadian itu pihaknya telah mengundang pihak sekolah untuk membahas persoalan itu.

Saat pertemuan itu, Syarif didampingi Sekretaris Kota Ambon, Anthony Gustav Latuheru, Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan, Fahmi.Salatalohy, Kepala Kesbangpol dan Camat Baguala.

Adapun dari pihak sekolah SMP Citra kasih yang hadir dalam pertemuan itu yakni Wakil Kepala Sekolah dan bagian pendaftaran siswa baru.

Hasilnya dari pengakuan wakil kepala sekolah, yayasan Citra Kasih secara nasional tidak menerpakan pemberlakuan surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri terkait penggunaan pakaian seragam yang telah diatur seperti jilbab dan sebagainya.

“Mereka menerapkan aturan sekolah dengan tidak menggunakan pakaian lain selain yang telah ditentukan,” kata Syarif dalam konferens pers di Kantor Wali Kota Ambon, Selasa (30/3/2021).

Dia menjelaskan dari pengakuan pihak sekolah bahwa PB beralamat di Poka, masuk di SD Citra kasih mulai dari kelas lima hingga lulus.

Tetapi ijasahmya hingga kini belum diambil meski pihak sekolah sudah memghubungi orangtuanya.

Menurut Syarif dari keterangan pihak sekolah, selama menimba ilmu di SD Citra Kasih, PB tinggal bersama kerabat ibunya di Perumahan Citraland sedangkan orangtuanya tinggal di Poka, Kecamatan Teluk Ambon.

Baca Juga :   Ketua DPRD Ambon: Ada Aturan Apa Siswa Berjilbab Tidak Boleh Sekolah?

“Tetapi sebelum dia lulus SD, teman ibunya itu telah pindah ke kendari, kemudian dia (PB) dititipkan di tetangga,” ujarnya.

Menurut Syarif setelah PB lulus dari SD Citra Kasih kemudian PB meninggalkan perumahan Citraland, dan mendaftar di SMP As-Salam.

“Tapi tidak tahu sebab apa, ibu dari PB kemudian menelpon salah satu guru di Citra Kasih meminta agar anaknya dipindahkan masuk di SMP Citra kasih,” katanya.

Baca Juga :   Heboh Sekolah Tolak Siswa Berjilbab, DPRD Kota Ambon Turun Tangan

Selanjutnya kata Syarif guru yang dihubungi itu memberikan nomor telepon kepsek Citra Kasih dan meminta orangtua PB untuk menghubungi langsung kepal sekolah.

Syarif sendiri mengaku ia tidak mengetahui persis apa pembicaraan antara orangtua PB dengan kepala sekolah karena kepala sekolah Citra Kasih saat ini masih di luar daerah.

“Hasil percakapan antara orangtua PB dan kepsek, kita belum tahu, karena Kepala sekolah sampai hari ini tidak berada di tempat,” katanya.

Syarif menambahkan dari keterangan pihak sekolah, PB belum mendaftar di SMP Citra Kasih.

“Tetapi sampai dengan detik ini dia belum mendaftarkan diri. Artinya, kesimpulannya adalah sesungguhnya ini belum terjadi masalah. Dia akan menjadi masalah jika yang bersangkutan sudah mendaftarkan diri kemudian dia dipersoalkan karena memakai jilbab,” ungkapnya.

Untuk memastikan persoalan itu, Pemerintah Kota Ambon akan mengundang kepala sekolah Citra Kasih untuk menjelaskan duduk persoalan tersebut ke orangtua BP.

Syarif juga meminta agar masalah itu tidak lagi dibesar-besarkan karena isu tersebut sangatlah sensitif.

Ia menegaskan Pemkon Ambon lewat Badan Kesbangpol tengah berupaya menelusuri persoalan ini, agar tidak menjadi polemik di masyarakat.

“Persoalan ini hendaknya tidak dijadikan polemik yang berlebihan, karena isu – isu seperti ini sangat sensitif bila dikaitkan dengan kehidupan sosial masyarakat kota Ambon,” kata Syarif.

Baca Juga :   Kasus Siswa Berjilbab Ditolak, SMP Citra Kasih: Mohon Maaf Pimpinan Kami di Luar Kota

Sementara itu, Chiselfia Hatala orangtua BP yang ditemui mengakui bahwa anaknya belum resmi mendaftar masuk di SMP Citra Kasih.

“Memang benar secara resmi anak saya belum sempat masuk sekolah, tapi baru proses mau mendaftar karena itu saya ingin mengkonfirmasi pihak sekolah terlebih dahulu terkait penggunaan jilbab ini, dan nyatanya anak saya ditolak. Saya kira disitu pointnya,” ungkapnya,.Selasa sore.

Baca Juga :   Kasus Siswa Berjilbab Ditolak, SMP Citra Kasih: Mohon Maaf Pimpinan Kami di Luar Kota

Chiselfia juga membantah bahwa ia yang menghubungi kepala sekolah untuk mengurus anaknya sekolah di SMP Citra Kasih.

“Saya yang dihubungi kepala sekolah, bukan sebaliknya dan saat itu kepala sekolah bilang bersedia mau menerima anak saya kalau dia mau buka jilbab, tapi saya tidak mau karena dia sudah remaja,” paparnya.

Chiselfia menambahkan setelah kasus itu menjadi heboj, beberapa orangtua siswa di SMP Citra Kasih langsung menghubunginya.

“Mereka mendukung saya dan mereka juha tidak setuju dengan kebijakan sekolah iti,” ukarnya (KCL).

Kasus Larangan Siswa Berjilbab, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Ambon

Berita Terkini

Silaturahim, Kajati Maluku yang Baru Temui Kapolda

AMBON,KAMPIUN.CO.ID-Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Undang Mugopal menggelar kunjungan silaturahim ke Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri.Pertemuan antara dua petinggi...

Berita Terkait